TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo usulkan penyesuaian harga air bersih dari Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Binangun.
Air bersih tersebut akan dimanfaatkan untuk program distribusi (dropping) air bersih saat puncak musim kemarau.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD Kulon Progo, Eko Susanto menjelaskan selama ini pihaknya membeli air dari PDAM Tirta Binangun untuk dropping air bersih.
"Sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati, harga standar air bersih dari PDAM Tirta Binangun senilai Rp 350 ribu per tangki isi 5 ribu liter," kata Eko pada Senin (22/06/2026).
Harga itu sudah termasuk biaya Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk truk tangki air milik BPBD Kulon Progo. Terdapat 2 truk tangki air yang disiagakan dan keduanya wajib menggunakan BBM nonsubsidi jenis Dexlite.
Menurut Eko, pihaknya mengusulkan adanya tambahan biaya sekitar Rp 150 ribu, menjadi Rp 500 ribu per tangki.
Tambahan itu diusulkan mengingat harga Dexlite saat ini naik sejak April 2026, dari harga Rp14.200,00 menjadi Rp23.600,00 per liternya.
"Perhitungan kami kemarin diperkirakan akan ada kenaikan konsumsi BBM sekitar 30 persen," ujarnya.
Eko mengatakan 1 truk tangki air bersih membutuhkan BBM sekitar 30 sampai 40 liter untuk sekali operasi dalam sehari.
Setidaknya dalam sehari ada 3 kali dropping untuk 1 truk, dari sumber air hingga ke titik tujuan dropping.
Adapun di 2026 ini, BPBD Kulon Progo mendapat alokasi anggaran senilai Rp 7 juta untuk dropping air bersih.
Alokasi itu mencukupi untuk 20 tangki air bersih dengan asumsi harga lama yaitu Rp 350 ribu per tangki.
"Selain dari BPBD Kulon Progo, dropping air bersih juga dibantu oleh Pemda DIY, lembaga, hingga perusahaan swasta lewat program CSR," jelas Eko.
Baca juga: Bocah Perempuan Asal Sulawesi Tenggara Meninggal di Kolam Renang Banguntapan Kedalaman 1,2 Meter
Sejauh ini, belum ada permintaan dropping air bersih dari masyarakat lantaran masih awal kemarau. Permintaan diprediksi baru datang pada bulan kedua atau ketiga saat puncak kekeringan di musim kemarau.
Eko memperkirakan titik sasaran dropping air bersih meningkat di tahun ini. Salah satu penyebabnya adalah fenomena El Nino yang menyebabkan masa kemarau berlangsung panjang.
"Semoga tidak banyak permintaan mengingat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo telah melakukan berbagai upaya dalam menjaga ketersediaan sumber air," katanya.
Pemkab Kulon Progo telah berencana menambah anggaran operasional untuk kendaraan dinas pelayanan umum. Sebab anggarannya jadi membengkak karena kenaikan harga BBM nonsubsidi.
Kepala Bidang Anggaran, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kulon Progo, Sri Sugiyarti menyatakan pihaknya akan menambah anggaran operasional untuk kendaraan dinas di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Penambahan anggaran terutama akan diberikan pada kendaraan dinas yang digunakan untuk layanan umum. Seperti bus sekolah, truk pemadam kebakaran (damkar), hingga truk tangki air bersih.
"Yang jelas kendaraan untuk pelayanan umum yang harus didahulukan, sedangkan untuk kendaraan dinas yang digunakan oleh kepala OPD misalnya, belum dibicarakan dulu," ujar Sri belum lama ini.(alx)