Cara Keji Taufik Siksa Wanita Bandung Sampai Hilang Bibir, Santai Chat Orang Tua Korban : Khawatir
Ardhi Sanjaya June 22, 2026 02:04 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Taufik Hidayat (30) memperlakukan pacarnya, Yuvita Tri Rezeki (29) tak seperti layaknya manusia. Dia menyiksa korban sampai cacat permanen.

Korban bahkan sampai disuruh tidur di kamar mandi.

Bahkan untuk buang air saja korban terpaksa menggunakan pampers.

Hal tersebut karena mata Yuvi sudah tidak bisa melihat akibat penyiksaan yang dilakukan Taufik.

Yuvi merupakan warga Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Dia mengalami luka sangat parah akibat disekap dan disiksa Taufik selama tiga tahun lamanya.

Mulai dari kepala infeksi, mata tak bisa melihat, hidung bengkok, bibir dipotong, gigi rontok, hingga lulut yang dibacok.

Kasus ini mulai menemui titik terang setelah pelaku bersama pemilik kos mengantar Yuvi ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung pada Rabu (10/6/2026).

Ia bercerita selama tiga tahun tidak bisa kabur karena matanya mengalami infeksi parah sampai tidak bisa melihat.

"Gak bisa (kabur) karena gak bisa melihat," katanya.

Selama penyiksaan, Yuvi dilarang mengeluarkan suara apapun.

Ketika ada suara terdengar, Yuvi akan kembali disiksa lebih parah.

Baca juga: Dendam Korban Penyekapan di Bandung ke Pelaku, Tak Punya Biaya untuk Sembuh, Ingin Kerja Bantu Ayah

"Jadi kalau misal disiksa nih yah, terus saya teh mengeluarkan suara kalau sama dia disiksa lagi, jadi saya teh gak bisa kemana-kemana," katanya.

Pun ketika Taufik bekerja.

Selama Taufik Hidayat bekerja, ia menyuruh Yuvi untuk tidur.

Beberapa kali juga Taufik mengajak Yuvi kerja.

"Dia kan kerja sebagai debt collector jadi kalau misalkan dia pergi saya suka disuruh tidur, kalau misalkan ikut paling saya disuruh pakai masker," katanya.

Yuvi mengaku sering kali mengalami kekerasan dari Taufik.

Baca juga: Reaksi Ayah Dengar Taufik Hidayat 3 Tahun Siksa Wanita Bandung, Anaknya Tega Potong Bibir Korban

"Aku sering dipukul sih, pertama mata dulu yang dipukul terus telinga, terus kaki juga sama bedog (golok), terus dipaksa untuk pake tato sama dia, terus kalau makan sehari satu kali itu juga aku suka makan sendiri," katanya.

Bahkan pelaku juga menyuruh Yuvi untuk tidur di kamar mandi.

"Terus sisanya disuruh tiduran di kamar mandi, karena kan aku gak bisa lihat kan jadi mau mandi gimana. Paling kalo sehari-hari kalau BAB pakai pampers dia yang suka beliin," katanya.

Awal pacaran Yuvi tak melihat tingkah aneh dari Taufik.

Namun setelah berjalan, Taufik mulai bergelagat aneh sampai Yuvi terpaksa keluar dari pekerjannya.

"Karena ya mau gimana lagi namanya dia kan pacar aku, awalnya biasa aja. Dulu juga aku kerja dulu cuma kalo sama atasan aku sama dia kaya dimarahin gitu jadi ya aku teh daripada gimana-gimana mendingan keluar aja," katanya.

Taufik Hidayat juga menggunakan barang pribadi Yuvi untuk kebutuhan sehari-hari.

"Kayak motor, handphone iphone, gaji, aku juga nanya diambil sama dia buat sehari-hari, ya aku teh ikut aja. Namanya laki-laki kadang ngerokok, dia suka minum juga, aku dikasih makan sama jajan dua kali, kadang juga cuma sekali," katanya.

Menurutnya beberapa waktu lalu Taufik sempat mengirim chat ke orang tua.

"Si pelaku nge-WA (WhatsApp) ke orang tua, bilangnya katanya dia khawatir," katanya.

Baca juga: Isi WA Wanita Korban Penyekapan di Bandung Saat Masih Disekap, Keluarga Sempat Viralkan di Medsos

Kini pelaku belum ditangkap polisi dan tidak diketahui keberadaannya.

Yuvi berharap polisi segera menangkap pelaku.

Ia ingin agar pelaku dihukum mati.

"Aku pengen pelakunya ketemu, dihukum mati biar dia tau gimana rasanya aku," katanya.

Setelah mengetahui kondisi korban, keluarga melaporkan Taufik Hidayat ke Polda Jawa Barat pada Jumat (12/6/2026). 

Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/B/1145/VI/2026/SPKT/POLDA JAWA BARAT. 

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan mengatakan kasus tersebut dilaporkan sebagai dugaan tindak pidana penganiayaan berat sebagaimana diatur dalam Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.