Pencarian Nelayan Natuna Masuk Hari Keempat, Tim Temukan Sejumlah Benda di Perairan Subi
Septyan Mulia Rohman June 22, 2026 02:07 PM

 

TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Pencarian terhadap Arif (26), nelayan asal Desa Terayak, Kecamatan Subi, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), terus dilakukan bahkan telah memasuki hari keempat, Senin (22/6/2026).

Hingga hari keempat operasi pencarian, tim SAR gabungan bersama masyarakat masih berupaya menemukan keberadaan ayah dua anak tersebut. 

Ia dilaporkan hilang setelah pergi melaut untuk mengantarkan ransum ke kapal lengkong atau kapal cumi pada Kamis (18/6/2026) lalu.

Meski korban belum ditemukan, tim pencari mendapatkan sejumlah petunjuk penting selama proses pencarian berlangsung.

Dari informasi yang dihimpun TribunBatam.id, beberapa benda yang diduga milik korban ditemukan mengapung di perairan pada hari pertama dan kedua pencarian.

Baca juga: Keluarga Lapor Nelayan Hilang di Perairan Barat Subi Natuna, Tim Gabungan Intensifkan Pencarian

Sejumlah barang tersebut di antaranya: 

  • bagian penutup mesin pompong
  • jerigen berisi lima liter bahan bakar minyak
  • sepotong rangka kayu, serta
  • sebuah kantong plastik bening yang berisi cumi-cumi.

Penemuan sejumlah barang itu menjadi titik terang bagi tim pencari dan keluarga korban.

Masyarakat menduga pompong kecil yang digunakan Arif itu mengalami kerusakan hingga pecah akibat diterjang gelombang tinggi dan cuaca buruk yang melanda perairan Subi kamis sore. 

Sekretaris Camat (Sekcam) Subi, Abdul Kadir, membenarkan adanya penemuan sejumlah benda yang diduga berkaitan dengan korban.

Ia mengatakan hingga hari ini operasi pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan unsur SAR gabungan dan masyarakat nelayan setempat.

"Terkait pencarian warga kami yang hilang masih terus dilakukan hingga hari keempat ini. Jumlah armada yang melakukan pencarian terdiri dari satu unit kapal RBB milik Basarnas dan 15 unit pompong nelayan," ujar Abdul Kadir saat dikonfirmasi Senin pagi.

Baca juga: Nelayan Subi Tak Kunjung Pulang Usai Pamit Melaut, Tim SAR Gabungan di Natuna Lakukan Pencarian

Menurutnya, barang-barang yang ditemukan di laut menjadi petunjuk awal yang mengarah pada dugaan kecelakaan laut yang dialami korban.

"Ada beberapa barang berhasil ditemukan tim pencari selama pencarian ini. Jadi diduga kapal Beliau ini pecah dihantam ombak," katanya.

Sementara itu, Fizal, warga Subi yang juga merupakan sepupu korban, mengungkapkan Arif memang sudah terbiasa mengantarkan ransum ke kapal-kapal lengkong yang beroperasi di perairan sekitar Subi.

Menurutnya, pada Kamis siang sebelum hilang, Arif menerima telepon dari salah satu kapal dan pergi untuk mengantarkan kebutuhan logistik.

"Dia memang sering antar ransum ke kapal lengkong. Kalau ada kapal yang menelepon, dia pergi mengantarkan ransum ke sana. Siang itu dia dapat telepon untuk antar ransum," ujar Fizal.

Selain mengantarkan ransum, Arif juga berprofesi sebagai nelayan pencari ikan.

Biasanya, setelah mengantar ransum, ia melanjutkan aktivitas mencari ikan sebelum kembali ke rumah.

"Selain itu aktivitas dia sehari-hari memang nelayan cari ikan. Biasanya sambil melaut juga setelah antar ransum itu," katanya.

Fizal mengatakan, berdasarkan kebiasaan, Arif seharusnya sudah kembali ke rumah pada sore hari.

Namun hingga malam tiba, korban tak kunjung pulang sehingga keluarga mulai merasa khawatir.

"Biasanya kalau pergi antar ransum tidak lama, sore itu sudah pulang. Sekira pukul 14.00 WIB memang cuaca di Subi ekstrem, angin kencang, ombak kuat dan hujan juga. Ditunggu sampai sore tidak ada. Ternyata malamnya juga belum pulang-pulang. Sampai pagi baru dilakukan pencarian," tambahnya.

Ia mengaku yakin sejumlah barang yang ditemukan tim pencari merupakan milik korban. 

"Yang sudah ditemukan itu ada tutup mesin, kayu kapal bagian pegangan kamar, kantong cumi dan jerigen minyak lima liter. Kalau saya lihat itu pasti punya Arif," katanya.

Hingga Senin siang, tim SAR gabungan bersama nelayan dan masyarakat masih terus melakukan penyisiran di perairan sekitar Pulau Subi dengan harapan korban segera ditemukan. (TribunBatam.id/Birri Fikrudin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.