Spaduk Ajakan Tolak Provokasi Muncul di Purwokerto, Warga: di Banyumas Sedang Terjadi Apa?
rika irawati June 22, 2026 02:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Beberapa spanduk misterius dengan pesan "Tolak provokasi berkedok krisis ekonomi" mendadak muncul di sejumlah titik strategis di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Alih-alih menyampaikan pesan jelas, spanduk bertuliskan penolakan terhadap provokasi justru menimbulkan kebingungan bagi warga yang melintas.

Apalagi, spanduk-spanduk tersebut muncul di tengah rangkaian aksi demo mahasiswa menuntut pemerintah bijak mengelola anggaran negara di tengah kondisi ekonomi yang dirasa memberatkan masyarakat.

Pantauan Tribunbanyumas.com, spanduk hasil digital printing itu terpasang di simpang Jalan Soeharso-Jalan Soeparno (Harso-Parno) serta di papan reklame kawasan Simpang Tiga Pasar Wage.

Baca juga: Mahasiswa Unsoed Purwokerto Ikut Kunker Wapres Gibran Cek MBG, BEM Unsoed Pastikan Bukan Anggota

Pada spanduk tersebut tertulis kalimat, "Kami masyarakat Banyumas menolak provokasi berkedok krisis ekonomi #TolakSegalaBentukProvokasi."

Tidak terdapat identitas organisasi ataupun pihak yang bertanggung jawab atas pemasangan spanduk tersebut.

Namun, pada bagian bawah spanduk itu bertuliskan dari Paguyuban Warga Penjaga Kedamaian Lokal. 

Sayangnya, tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai bentuk provokasi yang dimaksud maupun peristiwa yang melatarbelakanginya.

Keberadaan spanduk itu pun mengundang perhatian pengguna jalan yang melintas setiap hari di kawasan tersebut.

Seorang penggendara, Gina (35), mengaku bingung dengan pesan yang ingin disampaikan melalui spanduk tersebut.

Menurutnya, sebuah ajakan atau imbauan kepada masyarakat semestinya disertai identitas pihak yang memasang agar pesan yang disampaikan dapat dipahami secara jelas.

"Tidak jelas maksudnya apa, saya juga beberapa kali lewat dan lihat spanduk itu."

"Purwokerto atau Banyumas, setahu saya masih aman-aman saja," katanya, Senin (22/6/2026).

Ia juga mempertanyakan siapa pihak yang mengatasnamakan "Masyarakat Peduli Banyumas" dalam spanduk tersebut.

"Masyarakat Banyumas mana yang diwakili pemasangnya juga tidak jelas."

"Saya juga warga yang peduli Banyumas, tetapi tidak merasa diajak ataupun sedang terprovokasi," tegasnya. 

Menurutnya, keberadaan spanduk anonim seperti itu justru berpotensi memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

"Menurut saya, spanduk itu malah membuat orang-orang bertanya-tanya, seolah-olah di Banyumas sedang terjadi sesuatu."

"Isinya menolak provokasi, tetapi justru bisa membuat orang terprovokasi," katanya. 

Baca juga: Daerah Pinggiran Banyumas Rawan Stunting tapi MBG Malah Terkonsentrasi di Perkotaan

Pendapat serupa disampaikan pengguna jalan lainnya, Juni.

Ia menilai, spanduk tersebut tampak dibuat secara proper menggunakan digital printing sehingga kemungkinan telah dipersiapkan secara matang.

Namun demikian, isi pesannya dinilai tidak memberikan penjelasan yang cukup kepada masyarakat.

"Menolak provokasi apa? Maksudnya siapa yang diprovokasi? Saya jadi bingung," tambahnya. 

Sementara itu, seorang petugas parkir di area ruko dekat Simpang Harso-Parno, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengaku pertama kali melihat spanduk itu, Jumat (19/6/2026) pagi.

Menurut dia, spanduk tersebut sudah terpasang ketika dirinya mulai bekerja.

"Dipasangnya saya kurang tahu (kapan). Saya pribadi melihatnya Jumat pagi saat mulai bekerja."

"Mungkin dipasang Kamis, tetapi Kamis saya libur, jadi tidak tahu. Tahu-tahu Jumat sudah ada," ujarnya. 

Hingga Senin (22/6/2026) siang, spanduk tersebut masih terpasang. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.