Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alisan Lasande
TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Selama bertahun-tahun, penyedia tenaga kerja cleaning service di RSUD Luwuk terus berganti.
Dalam 15 tahun terakhir, sudah tiga perusahaan vendor.
Pelaksana tugas Direktur RSUD Luwuk, dr Budiyanto Uda'a menjelaskan, PT Multi Inti Sejahtera menjadi vendor sejak 2021 sampai akhir 2025.
"Sejarahnya memang berganti-ganti vendor," tuturnya.
Baca juga: Morowali dan Morut Tak Masuk Daerah Pengolah Mineral, Safri Sebut Sulteng Rugi Triliunan
Hal ini diungkap di hadapan Komisi I DPRD Banggai, Jl KH Samanhudi, Kelurahan Luwuk, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Senin (22/6/2026).
Sebelum PT Multi Inti Sejahtera, terdapat vendor lain lagi.
Lalu mulai 2026 vendor berganti ke PT Twins Service Indonesia.
"Tahun 2026 kami sudah mewajibkan penuhi aturan-aturan, termasuk by name by adress," ujarnya.
Hal ini, kata dia, sebagai langkah perbaikan manajemen RSUD Luwuk.
Baca juga: Sembilan SMA dan SMK di Sulteng Berlaga dalam LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi
Perbaikan ini atas respons manajemen terkait dengan aduan 15 cleaning service ke Komisi I DPRD Banggai.
Pekerja ini tak lagi digunakan vendor baru dan berujung pelaporan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Banggai.
Kuasa Hukum 15 cleaning service, Martono Djibran mengakui selama bekerja cleaning service tak didaftaran di BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan.
Ketua Komisi I DPRD Banggai, Lisa Sundari mengatakan, langkah bipartit ditempuh.
Ia mengharapkan, persoalan ini bisa diselesaikan, 15 cleaning service diberikan tali asih.
"Setelah bertahun-tahun mengabdi, ada peghargaan," tuturnya
Jika deadlock, kata dia, terpaksa diambil langkah tripartit.
Baca juga: Pasar Murah LPG di Bungku Tengah Morowali Diserbu Warga, Ibu Rumah Tangga Dominasi Antrean
Namun, Lisa mengakui Komisi I DPRD Banggai tak ingin sampai ke Pengadilan Hubungan Industrial. (*)