TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Hujan lebat mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Pelalawan sejak Minggu (21/6/2026) malam.
Kondisi ini berlangsung sampai Senin (22/6/2026) pagi.
Potensi hujan di tengah musim kemarau kering menjadi angin segar dalam membuat menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun ini.
Pasalnya, kemarau 2026 diperkirakan lebih ekstrim dibanding tahun lalu yang disebut sebagai El Nino parah. Sehingga potensi terjadinya Karhutla jauh lebih tinggi.
"Program OMC masih berjalan. Jadi hujan lebat ini diperkirakan pengaruh dari OMC," ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si kepada tribunpekanbaru.com, Senin (22/6/2026).
Dikatakannya, program Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) akan terus berlangsung sampai Bulan September mendatang.
Untuk mengantisipasi terjadinya Karhutla di daerah-daerah yang rawan terbakar selama ini.
Langkah itu diambil oleh BNPB dan BPBD Riau dalam mengurangi luasan lahan yang gosong dilalap api.
Di sisi lain, lanjut Zulfan, Permukaan air gambut saat ini berada di bawah 40 centimeter.
Kondisi itu cukup kritis dan rawan terjadi kebakaran serta masuk dalam kategori bahaya Karhutla tingkat sedang.
Jika air muka gambut di atas 40 Cm masih bisa melindungi lahan dari api kebakaran.
"Sampai saat ini Pelalawan masih nihil hotspot da firespot. Alhamdulillah masih aman," tandas Zulfan. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)