TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI - Kabupaten Teluk Bintuni kehilangan sosok Drs. Elias Lamere, MM, tokoh pemekaran daerah sekaligus Ketua DPRD pertama Kabupaten Teluk Bintuni.
Drs. Elias Lamere, MM meninggal dunia dalam usia 64 tahun pada Jumat (19/6/2026) dini hari.
Almarhum lahir di Kampung Wanda, Kepulauan Tanimbar, pada 17 Januari 1962.
Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai sosok religius, akademisi, organisatoris, dan politisi yang memiliki dedikasi besar bagi pembangunan Teluk Bintuni.
Ia menikah dengan almarhumah Fransiska Lamere dan dikaruniai tiga anak yang kini telah dewasa.
Riwayat Pendidikan
Perjalanan pendidikannya dimulai di SD Nasional Katolik Santa Theresia Ulonda (1969–1974), dilanjutkan ke SMP Santo Paulus Bintuni, lalu ke STFT Fajar Timur Jayapura (1985–1990) hingga meraih gelar Doktorandus.
Semangat belajar membawanya menempuh Program Magister Manajemen di STIE Artha Bodhi Iswara Surabaya (2010–2012).
Pengabdian di Pendidikan, Gereja, dan Politik
Elias Lamere pernah menjadi asisten dosen di STFT Fajar Timur Jayapura, diakon di Distrik Merdey dan Paroki Santo Yohanes Bintuni, serta Ketua PSW Paroki Santo Yohanes Bintuni.
Ia juga mengajar Filsafat Ilmu di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Bintuni.
Di bidang politik, kiprahnya sangat dikenal. Ia tercatat sebagai:
Perjuangan Pemekaran Daerah
Sebagai tokoh pemekaran, Elias Lamere aktif memperjuangkan lahirnya Kabupaten Teluk Bintuni.
Ia pernah menjadi Sekretaris Tim Pemekaran, Ketua Ikatan Keluarga Besar Maluku Teluk Bintuni, serta Sekretaris DPD Partai Golkar Teluk Bintuni.
Atas jasa-jasanya, ia menerima penghargaan dari Bupati Teluk Bintuni sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan pengorbanannya.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, rekan sejawat, serta masyarakat Teluk Bintuni.
Sosok sederhana dan pekerja keras ini akan selalu dikenang sebagai tokoh yang berkomitmen membangun daerah.
"Selamat jalan, Drs. Elias Lamere, MM. Jasa dan pengabdianmu akan abadi dalam sejarah Kabupaten Teluk Bintuni".