TRIBUNGORONTALO.COM – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,2 mengguncang wilayah timur laut Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (22/6/2026) siang.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 13.01 WIB atau 14.01 Wita.
Pusat gempa berada pada koordinat 1,11 Lintang Selatan dan 120,14 Bujur Timur, atau sekitar 41 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Gempa tercatat berada pada kedalaman 10 kilometer.
BMKG menyebutkan informasi ini masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pemutakhiran data.
Baca juga: Update Pembongkaran Bangunan Cagar Budaya Gorontalo Eks Rujab Kepala Kantor Pos, Kini Tinggal Rangka
Secara geologis, wilayah Sulawesi Tengah termasuk kawasan yang aktif secara tektonik karena berada di zona pertemuan beberapa lempeng besar, yakni Lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik.
Selain itu, daerah Sigi berada di sekitar jalur Sesar Palu-Koro, salah satu sesar aktif paling dinamis di Indonesia. Aktivitas sesar tersebut menyebabkan wilayah Sigi dan sekitarnya cukup sering mengalami gempa bumi, baik berkekuatan kecil maupun menengah.
Dari sisi karakteristiknya, gempa magnitudo 2,2 tergolong gempa kecil. Dengan kekuatan tersebut, gempa umumnya hanya tercatat oleh peralatan seismograf dan jarang menimbulkan kerusakan.
Namun, kedalaman gempa yang relatif dangkal, yakni 10 kilometer, membuat getaran berpotensi lebih terasa di sekitar pusat gempa dibandingkan gempa yang terjadi pada kedalaman lebih besar.
Meski demikian, kombinasi magnitudo yang rendah dan lokasi pusat gempa yang cukup jauh dari permukiman padat membuat potensi dampaknya sangat kecil.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Warga juga disarankan memahami langkah-langkah keselamatan saat terjadi gempa bumi, seperti berlindung di bawah meja yang kokoh, menjauhi kaca dan benda yang berpotensi jatuh, serta segera menuju area terbuka setelah guncangan berhenti.
Selain itu, masyarakat dianjurkan menyiapkan perlengkapan darurat sederhana, termasuk senter, obat-obatan, dokumen penting, dan alat komunikasi sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Masyarakat diminta tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan seperlunya, dan terus memantau informasi resmi melalui kanal BMKG untuk mendapatkan perkembangan terbaru terkait aktivitas kegempaan di wilayah Sulawesi Tengah.
(*)