CFD Kota Kediri Ditata Ulang, Ruang Olahraga dan UMKM Diperluas
Rendy Nicko June 22, 2026 02:48 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri mulai melakukan penataan ulang kawasan Car Free Day (CFD) di Jalan Dhoho guna menciptakan ruang publik yang lebih tertib, nyaman, dan ramah bagi seluruh masyarakat. Penataan tersebut melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan dipimpin langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kediri, Endang Kartika Sari.

Dalam peninjauan pelaksanaan CFD pada Minggu (21/6/2026), Endang bersama tim gabungan dari Disperdagin, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP melakukan sosialisasi kepada para pedagang yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Salah satu fokus penataan adalah pembagian ruang berjualan yang lebih proporsional. Setiap pedagang diberikan area dengan ukuran relatif sama, yakni sekitar 1,5 hingga 2 meter, sehingga tidak ada pihak yang menggunakan ruang secara berlebihan.

"Kami mengatur agar setiap pedagang mendapatkan ruang yang relatif sama. Tujuannya supaya tidak ada yang mengambil area terlalu luas dan mengurangi hak pedagang lainnya," kata Endang.

Baca juga: ISSI Kabupaten Kediri Gelar Kejurkab XC MTB BMX Race 2026, Seleksi Atlet Menuju Porprov Dimulai

Selain area untuk pedagang kaki lima (PKL), Pemkot Kediri juga menyiapkan ruang khusus bagi promosi OPD, instansi, serta pelaku UMKM binaan pemerintah. Tak hanya itu, area untuk kegiatan olahraga, seni, dan aktivitas masyarakat juga akan disediakan di sisi selatan kawasan CFD, tepatnya di sekitar Sumur Bor.

"Selain area untuk PKL, kami menambahkan area promosi bagi OPD maupun instansi lain serta UMKM binaan pemerintah. Nantinya juga ada area olahraga, seni, dan kegiatan masyarakat yang direncanakan berada di sekitar Sumur Bor," terangnya.

Endang menegaskan bahwa jumlah pedagang yang berjualan saat ini sudah sesuai kuota yang tersedia. Karena itu, pemerintah tidak membuka penambahan PKL baru dan seluruh pedagang yang berjualan merupakan mereka yang telah terdaftar dalam database Disperdagin.

Ia juga memastikan tidak ada pungutan biaya bagi pedagang yang berjualan di kawasan CFD. Menurutnya, seluruh area yang digunakan merupakan fasilitas umum milik pemerintah daerah sehingga tidak boleh ada pihak yang mengklaim lokasi tertentu sebagai milik pribadi.

"Kami berharap para PKL bisa tertib dan menempati lokasi yang sudah disediakan. Jika kawasan CFD semakin nyaman dan tertata, pengunjung akan semakin banyak dan tentu yang diuntungkan juga para pelaku usaha di sini," tambahnya.

Perhatian Pemkot Kediri tidak hanya tertuju pada pedagang. Komunitas pecinta hewan juga mendapatkan ruang khusus di sisi utara kawasan CFD, tepatnya di depan Aris Motor. Area tersebut disiapkan sebagai lokasi aktivitas hewan peliharaan agar tidak mengganggu pengunjung lainnya.

"Mulai pekan depan, DKPP akan menghadirkan layanan Pos Kesehatan Hewan Keliling di lokasi tersebut. Masyarakat boleh membawa hewan peliharaan ke CFD, tetapi aktivitasnya harus berada di area yang sudah kami sediakan," jelas Endang.

Dari sisi kebersihan, pemerintah telah menempatkan sejumlah tempat sampah di sepanjang kawasan CFD dan siap menambah fasilitas tersebut apabila diperlukan. Pengunjung maupun pedagang juga diimbau ikut menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempat yang tersedia.

Menurut Endang, proses sosialisasi dan penataan akan berlangsung selama satu hingga dua bulan ke depan sebelum dilakukan evaluasi dan pemantauan berkala. Untuk mendukung pelaksanaannya, Satpol PP dan Dinas Perhubungan akan melakukan pengawasan sesuai tugas masing-masing. 

"Kami juga mendirikan pos pantau di pertigaan Jalan Stasiun untuk koordinasi. Dinas Perhubungan bertugas mengatur lalu lintas dan parkir, sedangkan Satpol PP fokus pada penegakan ketertiban di kawasan CFD," katanya.

Penataan tersebut mendapat respons positif dari pedagang maupun pengunjung. Heri, salah satu pedagang CFD, menilai pembagian lapak yang lebih teratur akan meningkatkan kenyamanan kawasan. 

"Awalnya memang perlu penyesuaian, tetapi sekarang kami lebih jelas mengenai lokasi berjualan dan aturan yang berlaku. Semoga CFD semakin ramai dan usaha kami ikut berkembang," ujarnya. 

Senada dengan itu, pengunjung bernama Vida mengapresiasi langkah Pemkot Kediri dalam menata ulang kawasan CFD. 

"Saya mengapresiasi upaya Pemkot Kediri untuk penataan ulang kawasan CFD agar pedagang lebih tertata, area olahraga atau berjalan kaki juga lebih nyaman. Semoga ke depan kawasan CFD semakin menarik dan menjadi tempat favorit warga bersantai di akhir pekan," ujarnya.

(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.