TRIBUNSUMSEL.COM -- Ruben Onsu mendatangi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Menteng, Jakarta Pusat, hari ini, Senin (22/6/2026).
Dalam kunjungannya ini Ruben Onsu terlihat mengenakan kemeja batik bermotif cokelat, Ruben tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB dengan didampingi tim kuasa hukumnya yang dipimpin oleh Minola Sebayang.
Meskipun Ruben masih enggan berterus terang mengenai detail kedatangannya, Minola Sebayang sebelumnya sempat menyampaikan bahwa langkah ke KPAI ini diambil untuk menyelesaikan permasalahan keluarga secara formal.
Ruben, yang resmi bercerai dari Sarwendah sejak 24 September 2024, berharap persoalan yang melibatkan anak-anak mereka tidak terus-menerus menjadi perdebatan di ruang publik.
Baca juga: Kronologi Ruben Onsu Diduga Diawasi Pacar Sarwendah saat Temui Anak di Acara Balet: Seolah Penculik
"Ruben sudah sepakat untuk melangkah ke proses selanjutnya. Saya mengatakan jangan terlalu berdebat di ruang publik. Orang juga bosan," tutur Minola, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Senin (22/6/2026).
Langkah ini juga dipicu oleh pernyataan pihak KPAI sebelumnya yang sempat menyinggung adanya dugaan eksploitasi anak yang dilakukan Sarwendah terhadap kedua putri mereka.
Berbekal hal tersebut, pihak Ruben mendatangi KPAI untuk membuat aduan sekaligus meminta masukan.
"Kita perlu langkah real, makanya kita datang ke KPAI. KPAI kan pasti banyak kasih masukan dan juga sudah memberikan banyak statement soal dugaan eksploitasi (anak)," lanjut Minola.
Minola menambahkan bahwa agenda utama pertemuan tersebut adalah untuk menyamakan persepsi hukum agar penanganan masalah ini berjalan lebih sistematis.
"Kita ketemu untuk menyamakan persepsi, dan kita minta apa yang bisa dibantu KPAI agar masalah hukum selesai. Sehingga membuat masalah hukum lebih sistematis," tutupnya.
Saat berjalan menuju lobi kantor KPAI, Ruben sendiri belum bersedia memberikan pernyataan serius kepada media dan memilih melontarkan candaan saat dicecar pertanyaan.
"Mau masuk dulu bentar, mau beli sayur bayam," celetuk Ruben.
Baca juga: Dituduh Batasi Akses Anak, Pengacara Sarwendah Tantang Ruben Onsu: Buktikan di Mana Mempersulitnya
Merespon konflik yang terjadi antara Ruben dan Sarwendah, ketua KPAI Jasra Putra menyatakan bahwa pihaknya mengutamakan penyelesaian secara kekeluargaan terlebih dahulu.
Namun, KPAI menegaskan kewajibannya untuk memediasi kedua belah pihak jika laporan resmi telah diajukan.
"Kami meminta kalau ada pihak keluarga besar ya untuk bisa menjembatani ya untuk bagaimana menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan," ujar Jasra Putra, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Rabu (17/6/2026).
"Namun kalaupun itu tidak bisa, kami KPAI tentu siap untuk mediasi. Artinya KPAI siap untuk menjadi jembatan bagi kedua belah pihak untuk mediasi."
"Bukan siap lagi ya, berkewajiban kalau memang itu dilaporkan ke kami," terang Jasra.
Perselisihan antara mantan pasangan suami istri ini bermula ketika Ruben memprotes Sarwendah yang dianggap mempersulit dirinya untuk bertemu dengan kedua putri mereka.
Menurut Ruben, tindakan tersebut melanggar kesepakatan pascacerai yang memberikan hak kepada Ruben untuk bertemu anak tiga kali dalam seminggu.
Sebagai bentuk protes atas pembatasan tersebut, Ruben menghentikan pemberian nafkah bulanan sebesar Rp 225 juta sejak akhir Desember 2025.
Langkah Ruben ini memicu reaksi dari Sarwendah yang menilai mantan suaminya lepas tanggung jawab.
Persoalan kini meluas setelah Ruben berencana untuk mengajukan perebutan hak asuh atas kedua putrinya yang saat ini berada di bawah pengasuhan Sarwendah.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com