TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU - Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumsel, mencatat kasus Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD) atau Flu Singapura ditemukan di sejumlah wilayah di Muba.
Hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 65 kasus dilaporkan dari fasilitas kesehatan yang berada di Kecamatan Sekayu dan Plakat Tinggi.
Kepala Tim Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Muba, Hj. Seftiani Peratita, SS., M.Kes., mengatakan pada dua minggu terakhir terdapat 14 kasus baru yang dilaporkan.
Sementara kasus pertama tahun ini mulai terdeteksi pada awal Mei 2026.
"Dalam dua minggu terakhir ada 14 kasus yang dilaporkan. Pada awal Mei lalu mulai dilaporkan kasus HFMD atau Flu Singapura di wilayah Plakat Tinggi dan Sekayu,"ujar Seftiani, Senin (22/6/2026) Sripoku.com.
Dirincikannya, secara kumulatif sejak Januari hingga saat ini jumlah kasus yang tercatat mencapai 65 orang.
Data tersebut berasal dari laporan dua rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang menangani pasien di dua kecamatan tersebut.
"Total ada 65 kasus sejak Januari sampai sekarang. Laporan berasal dari dua kecamatan dan dua rumah sakit,"ungkapnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai langkah utama mencegah penyebaran Flu Singapura.
Anak yang sedang mengalami gejala, sementara waktu tidak berinteraksi dengan banyak orang.
"Tetap jaga kebersihan dan penderita sebaiknya membatasi interaksi dengan orang lain sampai dinyatakan sembuh, karena penyakit ini sifatnya menular,"jelasnya.
Sementara itu, Dokter Klinik Irawan Medica, dr. Destiyana Irawan, M.Kes., mengungkapkan jumlah pasien dengan gejala Flu Singapura yang datang berobat mengalami peningkatan setelah momen Lebaran Haji.
Sebelumnya, kasus serupa juga sempat meningkat saat Lebaran Idul Fitri sebelum akhirnya menurun.
"Banyak kasus yang kami temukan sejak setelah Lebaran Haji. Saat Lebaran Idul Fitri juga sempat banyak, kemudian sempat landai, namun setelah Idul Adha kembali meningkat" ujar dr Destiyana.
Menurutnya, pengobatan pasien dilakukan sesuai prosedur dan berfokus pada penanganan gejala yang muncul akibat infeksi virus tersebut.
"Pengobatannya sesuai protap. Selain itu yang penting adalah pencegahan serta memastikan tidak ada infeksi virus lain yang menyertai. Serta membawa pasien ke pusat kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan," jelasnya.
Baca juga: Kisah Bocah Palembang Terserang Flu Singapura Saat Mudik ke Pagar Alam, Berawal Demam dan Sariawan
Baca juga: Flu Singapura di Sumsel Tembus 523 Kasus, Palembang Tertinggi 102 Kasus, Anak TK-SD Paling Rentan
Meningkatnya kasus Flu Singapura (Hand, Foot and Mouth Disease/HFMD) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) membuat orang tua menjadi khawatir dan cemas.
Salah satunya Yuliani, warga Sekayu, yang mengaku dua anaknya terserang penyakit tersebut secara berurutan dalam waktu kurang dari sepekan.
Diceritakan Yuliani, gejala pertama kali muncul pada anak keduanya yang berusia 4 tahun.
Awalnya sang anak mengalami demam dan nafsu makan yang menurun.
Setelah, beberapa hari kemudian muncul bentol-bentol berisi cairan pada bagian kaki, tangan, hingga lipatan tubuh.
"Awalnya badan panas dan nafsu makan berkurang. Setelah itu muncul bentol berair di kaki, tangan, dan lipatan tubuh. Mulutnya juga penuh sariawan,"ujar Yuliani, Senin (22/6/2026) kepada Sripoku.com.
Melihat kondisi tersebut, ibu dua anak ini mengaku sempat mengira anaknya terkena cacar yang disertai sariawan.
Untuk memastikan, ia membawa sang buah hati berobat ke Klinik Smart Medica di Sekayu.
"Waktu itu kami kira cacar dan sariawan biasa. Setelah diperiksa dokter, ternyata kata dokter Flu Singapura,"ujarnya.
Setelah dibawa berobat anaknya diberikan obat penurun panas, obat untuk sariawan di mulut, serta obat oles untuk bentol yang muncul di kulit.
"Alhamdulillah setelah tiga hari pengobatan, bentolnya mulai mengering dan kondisi anak juga lebih baik. Nafsu makan sudah meningkat,"ungkapnya.
Namun kekhawatiran belum berakhir, memasuki hari kelima, anak pertamanya mulai menunjukkan gejala yang hampir sama dengan sang adik.
Bentol-bentol muncul di kaki dan tangan, disertai sariawan di mulut.
"Lima hari kemudian kakaknya mulai kena juga. Gejalanya sama, ada bentol di tangan dan kaki, lalu muncul sariawan, tapi nafsu makannya masih tidak berkurang,"ungkapnya.
Karena sudah mengetahui penyakit yang dialami anak pertamanya memiliki gejala serupa, sehingga menggunakan sisa obat milik adiknya sambil terus memantau kondisi sang anak.
"Kami sempat waswas karena awalnya mengira cacar. Ternyata memang Flu Singapura, sekarang ini sudah mendingan tapi menunggu bentol saja yang menunggu kempis,"tutupnya.
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com