Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan Jakarta dalam menjalankan peran barunya sebagai kota global, tidak hanya memperkuat aspek ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga membangun daya tarik, identitas, keamanan, dan jejaring internasional.
"Oleh karenanya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengembangkan pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, serta kawasan-kawasan bersejarah sebagai ruang interaksi baru bagi warga, sekaligus daya tarik bagi wisatawan," kata Rano di Jakarta, Senin.
Dia menyebutkan upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan kawasan Kota Tua, revitalisasi Setu Babakan sebagai Pusat Budaya Betawi, penguatan Pasar Baru sebagai kawasan perdagangan bersejarah, serta penataan kawasan strategis lainnya, antara lain PIK dan Pulo Gadung sebagai simpul baru aktivitas ekonomi dan ruang publik.
Selain itu, kata dia, berbagai kegiatan olahraga, budaya, keagamaan, dan kegiatan berskala internasional juga terus dihadirkan untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai kota yang hidup, terbuka, dan berbudaya.
Kemudian, seiring dengan upaya penguatan Jakarta sebagai kota global dan berbudaya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong penguatan kelembagaan adat Betawi.
"Langkah ini penting agar masyarakat Betawi semakin berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga identitas kota, merawat persatuan, memperkuat nilai-nilai kebudayaan, serta mendukung pembangunan Jakarta ke depan," ujar Rano.
Dia menuturkan daya tarik Kota Jakarta juga harus didukung oleh rasa aman dan tata kelola yang modern.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat pemanfaatan teknologi melalui integrasi kamera pengawas (CCTV) ke dalam satu sistem pemantauan kota secara real-time yang terhubung dengan aparat keamanan.
Langkah tersebut, menurut Rano, merupakan bagian dari upaya menghadirkan tata kelola kota yang lebih adaptif, terukur, responsif, dan berbasis data.
Dia menambahkan segala upaya dalam memperkuat mobilitas, konektivitas, keamanan, dan tata kelola kota sejauh ini telah menunjukkan hasil yang positif, yang tercermin dari meningkatnya peringkat Jakarta dari 74 menjadi 71 dalam Indeks Kota Global dan posisi Jakarta sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara.
"Segala pencapaian yang telah diraih tidak terlepas dari dukungan jajaran DPRD Provinsi DKI Jakarta yang mengawal berbagai agenda pembangunan, termasuk penyelenggaraan pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel," ungkap Rano.





