Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin menghadirkan Jakarta yang berdaya saing tanpa kehilangan rasa kemanusiaan, Jakarta inklusif tanpa membedakan latar belakang, serta Jakarta yang terus bergerak maju tanpa meninggalkan satu pun warganya di belakang.

"Sebab ukuran kemajuan sebuah kota, bukan hanya terletak pada gemerlap lampu dan megahnya bangunan," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno melalui Rapat Paripurna dalam rangka peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta, di Jakarta, Senin.

Rano mengatakan, kemajuan sebuah kota juga terletak pada sejauh mana setiap anak dapat bermimpi, setiap keluarga dapat hidup layak, setiap lansia merasa dihormati, dan setiap warga merasa memiliki tempat di rumah besar bernama Jakarta.

Karena itu, Jakarta yang diinginkan yakni terbuka bagi dunia, tetapi tetap setia pada budayanya, lalu Jakarta yang kuat secara ekonomi, tetapi tetap hangat dalam kemanusiaan, serta Jakarta yang maju dalam teknologi, tetapi tidak kehilangan gotong royong sebagai jiwanya.

"Inilah Jakarta yang ingin kita wujudkan dan wariskan ketika kota ini memasuki usia lima abad," kata dia.

Dengan semangat menyongsong lima abad Jakarta, Rano mengajak seluruh pihak berkolaborasi, menghidupkan gotong royong, menyatukan langkah, dan menjaga Jakarta agar kelak dapat menyerahkan Jakarta yang lebih baik kepada generasi berikutnya.

"Jakarta yang maju, berbudaya, berkeadilan, sejahtera, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh warganya," kata dia.

Rano menambahkan, momentum menuju lima abad Jakarta harus menjadi titik tolak bagi semua pihak untuk menyiapkan masa depan kota dengan lebih sungguh-sungguh.

"Bukan hanya masa depan yang lebih maju, lebih berdaya saing, tapi lebih berkelanjutan. Tetapi juga masa depan yang lebih manusiawi. Masa depan yang menghadirkan rasa aman, kesempatan, keadilan, dan harapan bagi seluruh warga," kata dia.