Kisah Perjuangan Akbar Bocah 7 Tahun Selamatkan Diri dari Jurang Maut Pekalongan, Ayah Tewas
muh radlis June 22, 2026 03:10 PM

 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Sebuah kisah pilu sekaligus penuh keajaiban datang dari jalur pegunungan Pulosari, Desa Wonosido, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan pada Minggu (21/6/2026).

Seorang anak kecil bersama kerabatnya harus bertaruh nyawa merangkak naik dari dasar jurang sedalam 200 meter demi mencari bantuan usai mobil yang mereka tumpangi terjun bebas.

Dalam tragedi kecelakaan tunggal tersebut, sang ayah yang bernama Kholidin (39) dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Namun, keajaiban menghampiri anaknya, Akbar (7), serta sang kerabat, Basith (26).

Keduanya berhasil selamat dari maut setelah melakukan aksi penyelamatan diri yang luar biasa di tengah kondisi terluka.

Insiden memilukan ini bermula sekitar pukul 10.00 WIB. Mobil jenis Carry Futura 1.5 dengan nomor polisi B 1309 PKY yang mengangkut tiga orang tersebut melintasi jalur yang menghubungkan Kecamatan Lebakbarang dengan Petungkriyono.

Saat melewati tanjakan, kendaraan diduga kehabisan tenaga, berjalan mundur tanpa kendali, hingga akhirnya terperosok ke dalam jurang yang sangat dalam.

Baca juga: Notaris dan PPAT Farah Diba Diperiksa KPK, Dalami Aset Hasil Korupsi Fadia Arafiq

 

Terpencil dan Berada di Medan Ekstrem

Kepala Desa Wonosido, Winarso, mengatakan lokasi kejadian berada di kawasan pegunungan dengan medan yang cukup ekstrem.

Meski kondisi jalan sudah baik, jalur tersebut memiliki banyak tikungan, tanjakan, dan turunan curam yang membutuhkan kewaspadaan tinggi dari pengendara.

"Diduga mobil tidak kuat menanjak sehingga melaju mundur dan masuk ke jurang," ujar Winarso.

Karena lokasi kecelakaan berada jauh dari area pemukiman warga, benturan keras mobil yang jatuh ke dasar jurang sempat tidak diketahui oleh siapa pun.

Titik terang baru muncul ketika beberapa warga yang kebetulan melintas di sekitar lokasi mendengar suara samar-samar yang meminta pertolongan dari arah kegelapan jurang.

 

Merangkak di Tebing Curam Menahan Rasa Sakit

Siapa sangka, di bawah jurang yang sangat dalam itu, Basith dan Akbar sedang berjuang keras melawan rasa sakit.

engan sisa-sisa tenaga yang ada serta tubuh yang dipenuhi luka, mereka nekat memanjat tebing yang terjal dan merangkak perlahan hingga akhirnya berhasil menyentuh aspal jalan raya.

"Ada warga yang lewat dan mendengar teriakan minta tolong.

Dua korban yang selamat berhasil naik ke atas dan meminta bantuan warga," kata Winarso.

Keteguhan hati bocah 7 tahun dan kerabatnya ini langsung memancing rasa haru dari warga sekitar yang bergegas datang membantu.

Mereka tak membayangkan bagaimana seorang anak kecil mampu bertahan dan mendaki medan seberat itu pasca-kecelakaan hebat.

Sayangnya, sang ayah, Kholidin, ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di lokasi benturan.

Korban sendiri diketahui merupakan warga Dukuh Geritan Wetan, Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, meski secara administrasi memiliki KTP Jakarta.

Plt Kepala Dusun Geritan, Sodikin, membenarkan identitas korban dan menyebut Akbar merupakan anak dari Kholidin.

"Yang meninggal dunia Kholidin. Akbar itu anaknya. Untuk kronologi lengkapnya kami belum mengetahui karena korban yang selamat masih belum bisa dimintai keterangan,' katanya.

 

Evakuasi Bangkai Mobil Berjalan Sulit

Mendapat informasi mengenai kecelakaan horor ini, personel Polsek Lebakbarang segera meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) guna mengevakuasi para korban dan mengamankan lokasi.

Kapolsek Lebakbarang, Iptu Daryanto, mengatakan tiga korban sempat dievakuasi menuju RSUD Kajen untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, satu korban dinyatakan meninggal dunia.

"Anggota langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan.

Saat ini kami masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan," ujarnya.

Melihat karakteristik jalanan yang rawan, Daryanto mengimbau, masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur pegunungan, terutama di wilayah Lebakbarang yang memiliki karakteristik medan berat dan berisiko tinggi.

Hingga Minggu sore hari, proses evakuasi bangkai kendaraan masih belum bisa dituntaskan karena posisinya yang berada di dasar jurang sedalam 200 meter dengan sudut kemiringan medan yang sangat terjal dan sulit dijangkau oleh tim penyelamat. (Dro)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.