Flu Singapura di Muba Capai 65 Kasus, Yuliani : Saya Kira Cacar dan Sariawan Biasa, Ternyata HFMD
Welly Hadinata June 22, 2026 03:27 PM

SRIPOKU.COM, SEKAYU – Kasus penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut atau Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD) yang dikenal sebagai Flu Singapura di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, terus mengalami peningkatan dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua.

Salah satunya dirasakan Yuliani, warga Sekayu, yang mengaku dua anaknya terinfeksi penyakit tersebut secara berurutan dalam waktu kurang dari satu pekan.

Anak keduanya yang berusia 4 tahun lebih dahulu mengalami demam, penurunan nafsu makan, serta muncul bentol berisi cairan di tangan, kaki, dan lipatan tubuh disertai sariawan di mulut.

Setelah diperiksa di fasilitas kesehatan, anak tersebut didiagnosis mengalami HFMD.

“Awalnya kami kira cacar dan sariawan biasa. Setelah diperiksa dokter, ternyata Flu Singapura,” ujar Yuliani, Senin (22/6/2026).

Setelah menjalani pengobatan selama tiga hari, kondisi anak mulai membaik. Namun lima hari kemudian, anak pertamanya turut mengalami gejala serupa meski dengan kondisi nafsu makan yang masih relatif baik.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Muba mencatat hingga Juni 2026 terdapat 65 kasus HFMD yang dilaporkan dari fasilitas kesehatan di Kecamatan Sekayu dan Plakat Tinggi.

Dalam dua pekan terakhir, tercatat tambahan 14 kasus baru.

Kepala Tim Surveilans dan Imunisasi Dinkes Muba, Hj. Seftiani Peratita, mengatakan peningkatan kasus terjadi sejak awal Mei 2026.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kebersihan diri serta membatasi interaksi anak yang sedang sakit untuk mencegah penularan.

“Penyakit ini bersifat menular, sehingga anak yang bergejala sebaiknya tidak beraktivitas di luar rumah sampai sembuh,” ujarnya.

Dokter Klinik Irawan Medica, dr. Destiyana Irawan, juga menyebut kasus HFMD meningkat kembali setelah momen Lebaran Haji, setelah sebelumnya sempat menurun pasca Lebaran Idul Fitri.

Penanganan pasien difokuskan pada peredaan gejala dan pencegahan komplikasi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.