Blue Bird Bagikan Dividen Rp166 per Saham Usai Cetak Rekor Pendapatan
Cak Sur June 22, 2026 03:32 PM

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Blue Bird Tbk (BIRD) resmi menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp166 per saham untuk tahun buku 2025, yang akan dibayarkan pada 10 Juli 2026.

Keputusan penting ini diambil seiring dengan kinerja cemerlang perseroan sepanjang tahun 2025.

Emiten transportasi berlogo burung biru ini berhasil mencatatkan rekor pendapatan tertinggi sepanjang sejarahnya sejak melantai di Bursa Efek Indonesia.

Rekor Pendapatan Rp5,7 Triliun Jadi Landasan Pembagian Dividen BIRD

Sepanjang tahun buku 2025, Bluebird membukukan pendapatan bersih sebesar Rp5,7 triliun.

Angka tersebut, mencerminkan kenaikan sebesar 13 persen dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya.

Selain pendapatan, indikator keuangan utama BIRD lainnya juga menunjukkan performa yang sangat sehat:

  • EBITDA: Tercatat mencapai Rp1,4 triliun, tumbuh 13 persen secara tahunan (YoY).
  • Laba Tahun Berjalan: Meningkat 9 persen menjadi Rp643 miliar.
  • Rasio Pembagian Dividen: Mencapai 65,3 persen dari total laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk.

Dividen tunai akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per 30 Juni 2026, dengan jadwal pembayaran penuh pada 10 Juli 2026.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Adrianto Djokosoetono, mengungkapkan bahwa pencapaian ini adalah bukti nyata dari konsistensi perusahaan.

“Pencapaian tahun 2025 menjadi bukti konsistensi Bluebird dalam memperkuat kualitas layanan dan mengembangkan solusi mobilitas yang relevan dengan kebutuhan pelanggan. Fokus pada inovasi, pemanfaatan teknologi, serta perluasan kapasitas operasional terus menjadi pendorong pertumbuhan Perseroan,” jelasnya pada Senin (22/6/2026).

Ekspansi Operasional dan Digitalisasi Berbasis AI

Hingga akhir tahun 2025, Bluebird mengoperasikan lebih dari 26.000 armada yang didukung oleh 58 pool serta lebih dari 1.300 outlet di 22 kota di seluruh Indonesia.

Strategi ekspansi ini terus didukung oleh transformasi digital berbasis taktik 3M, yaitu multi-product, multi-channel, dan multi-payment.

Beberapa ekspansi taktis yang dilakukan meliputi pengoperasian armada taksi di Solo, peluncuran layanan airport shuttle di Kalimantan Timur, hingga kolaborasi transportasi publik sektor bus di DKI Jakarta.

Dari sisi teknologi, aplikasi MyBluebird diperbarui dengan fitur Fixed Price untuk transparansi tarif, integrasi dengan OVO, serta implementasi kecerdasan buatan (AI-generated heat map) demi mengoptimalkan distribusi armada secara real-time.

Komisaris Utama PT Blue Bird Tbk, Bayu Priawan Djokosoetono, menilai kedisiplinan eksekusi strategi jangka panjang menjadi kunci pertumbuhan ini.

“Dewan Komisaris melihat Perseroan mampu menjaga kinerja yang sehat sekaligus mempertahankan disiplin dalam menjalankan strategi jangka panjang. Konsistensi tersebut menjadi fondasi penting bagi Bluebird,” ujarnya.

Komitmen Keberlanjutan ESG dan Susunan Pengurus Baru

Tidak hanya fokus pada profit, Bluebird juga terus mengimplementasikan pilar keberlanjutan melalui program BlueSky, BlueLife, dan BlueCorps.

Pada pilar BlueSky, perusahaan memperluas adopsi kendaraan listrik dengan meluncurkan armada e-Bluebird di Medan dan Surabaya, serta mengembangkan unit e-Goldenbird.

Lewat program sosial BlueLife, inisiatif Beasiswa Bluebird Peduli telah memberikan dampak nyata bagi 3.722 penerima manfaat sepanjang tahun 2025, di samping memberangkatkan 50 pengemudi dan karyawan untuk ibadah umrah.

Selain menyetujui pembagian dividen, RUPST juga menyepakati pengangkatan kembali jajaran direksi dan komisaris perseroan hingga penutupan RUPST tahun 2029. Berikut adalah susunan pengurus PT Blue Bird Tbk yang baru disahkan:

  • Komisaris Utama: Bayu Priawan Djokosoetono
  • Wakil Komisaris Utama: Noni Sri Ayati Purnomo
  • Komisaris: Sri Adriyani Lestari
  • Komisaris: Kresna Priawan Djokosoetono
  • Direktur Utama: Adrianto Djokosoetono
  • Wakil Direktur Utama: Sigit Priawan Djokosoetono
  • Direktur: Irawaty Salim

Dengan kepemimpinan yang solid dan strategi keberlanjutan yang matang, Bluebird optimis dapat menjaga momentum pertumbuhan bisnis secara sehat, terukur, dan berkelanjutan di masa mendatang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.