Wanita Ditemukan Tewas Terjerat Seprai di Tambora, Suami Diamankan Polisi
Muliadi Gani June 22, 2026 04:54 PM

 

PROHABA.CO, JAKARTA –  Penemuan jasad seorang wanita di dalam rumahnya pada Jumat (19/6/2026) sore sempat mengegerkan warga kawasan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Korban diketahui berinisial R (40) ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan leher terjerat kain seprai yang diikatkan ke teralis jendela.

Kasus ini semakin menyita perhatian warga karena suami korban, ES (30), ditemukan berada di dalam rumah saat jasad istrinya ditemukan.

Polisi kini telah mengamankan ES untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait kematian korban.

Peristiwa tersebut pertama kali terungkap setelah anak kedua korban yang masih berusia lima tahun memberi tahu kerabat dan tetangga mengenai kondisi ibunya.

Informasi dari sang anak membuat keluarga dan warga sekitar segera mendatangi rumah korban untuk memastikan keadaan yang sebenarnya.

Adik korban, Tasya (24), mengatakan dirinya mengetahui kejadian itu saat hendak pergi ke salon.

Saat itu, anak korban menghampirinya dan menyampaikan bahwa ibunya telah meninggal dunia setelah diduga mengalami penganiayaan.

“Anaknya bilang mamahnya meninggal, diikat seprai sama ayahnya,” ujar Tasya, Senin (22/6/2026).

Mendengar pengakuan tersebut, Tasya kemudian meminta bantuan Ketua RT setempat untuk memeriksa kondisi rumah korban.

Saat memasuki rumah, mereka menemukan korban sudah tidak bernyawa dengan kondisi tubuh yang memprihatinkan.

Baca juga: Pembauran Kebangsaan, Pilar Persatuan di Bumi Serambi Mekkah

Menurut Tasya, selain terdapat ikatan kain seprai, korban juga mengalami sejumlah luka lebam di tubuhnya.

Sementara itu, ES ditemukan berada di dalam kamar dan diduga sedang tidur.

“Ketika ditanya ayahnya di mana, anaknya bilang ayahnya masih tidur di dalam kamar.

Setelah dicek, ternyata memang ada di dalam,” katanya.

Tasya mengungkapkan bahwa hubungan rumah tangga korban dan pelaku memang kerap diwarnai pertengkaran atau cekcok

Bahkan pada dini hari sebelum korban ditemukan meninggal dunia, ia mengaku sempat mendengar keributan dari rumah tersebut.

“Waktu malam itu mereka sempat ribut. Ibu saya bahkan sampai melerai.

Selama ini mereka memang sering bertengkar karena masalah ekonomi,” ujarnya.

Ia mengaku tidak menyangka pertengkaran yang terjadi pada malam hari tersebut berujung pada tragedi yang merenggut nyawa sang kakak.

Saat petugas kepolisian tiba di lokasi, ES disebut baru keluar dari dalam rumah.

Menurut Tasya, pria tersebut terlihat terkejut ketika mengetahui istrinya telah meninggal dunia.

“Dia cuma bilang, ‘Yah, mati’. Kelihatannya seperti kaget dan syok,” tuturnya.

Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kemudian mengamankan ES tanpa perlawanan.

"Enggak sempat berontak, nurut aja dia. Cuman agak nangis aja, dia agak kaget gitu sih," lanjutnya.

Pria tersebut langsung dibawa ke Polsek Tambora untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Baca juga: Motif Suami Bunuh Istri di Ciputat Tangsel Dipicu Masalah Cemburu

Kapolsek Tambora, AKP Wahyu Hidayat, mengatakan terdapat kain menjerat leher korban yang diikatkan ke teralis jendela.

Pihaknya menemukan kain seprai berwarna merah muda yang diduga digunakan untuk menjerat leher korban. 

Barang tersebut telah diamankan sebagai barang bukti.

“Seprai yang digunakan untuk menjerat leher korban sudah kami sita untuk kepentingan penyelidikan,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, pasangan suami istri tersebut diketahui sempat terlibat cekcok pada Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

Namun, warga sekitar tidak ikut campur karena menganggapnya sebagai urusan rumah tangga.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Sudrajat Djumantara mengatakan penyebab pasti kematian korban masih dalam proses penyelidikan.

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan kronologi serta penyebab kematian korban.

“Diduga korban dibunuh menggunakan kain seprai. Saat ini penyelidikan masih terus dilakukan,” katanya.

Baca juga: Ogah Tanggung Jawab, Remaja 18 Tahun di Ogan Ilir Racuni dan Bunuh Pacarnya yang Hamil

Baca juga: Polisi Amankan Pria yang Ancam Bunuh dan Bakar Rumah Perawat Puskesmas Karangbaru

Baca juga: Tak Puas Pembagian Hasil Kopi, Menantu di Empat Lawang Bunuh Ibu Mertua dan Buang Jasad ke Sungai

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.