Jalan Blangkejeren-Kutacane Masih Rawan Longsor, Kasatlantas Imbau Warga Hindari Perjalanan Malam
Sri Widya Rahma June 22, 2026 05:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Rasidan | Gayo Lues

TribunGayo.com, BLANGKEJEREN - Ruas jalan nasional yang menghubungkan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, dengan Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, masih rawan terjadi longsor di sejumlah titik, khususnya saat musim hujan.

Beberapa lokasi yang dalam beberapa hari terakhir diketahui rawan longsor berada di kawasan Tetumpum dan Tangsaran, Kecamatan Putri Betung.

Saat ini, proses perbaikan dan pengerjaan jalan nasional di kawasan tersebut masih berlangsung sehingga sempat diberlakukan sistem buka-tutup arus lalu lintas.

Baca juga: Arus Lalu Lintas Blangkejeren-Takengon Kembali Normal Usai Longsor, 3 Alat Berat Dikerahkan

Titik Rawan Longsor dan Banjir

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan TribunGayo.com, sejumlah ruas jalan penghubung antarkabupaten maupun antarkecamatan di Gayo Lues masih berpotensi mengalami longsor dan banjir.

Di antaranya ruas jalan Blangkejeren-Kutacane serta Blangkejeren-Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.

Selain itu, ruas jalan provinsi yang menghubungkan Blangkejeren dengan Pining dan Terangun juga masih rawan longsor.

Di beberapa titik, badan jalan masih berlumpur dan licin akibat bekas longsoran serta banjir yang terjadi sebelumnya.

Kondisi tersebut berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas, terutama saat hujan dan pada malam hari.

Polisi Imbau Hindari Perjalanan Malam, Jangan Terobos Material Longsor

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Gayo Lues, AKBP Hyrowo melalui Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) AKP Syafriandy kepada wartawan TribunGayo.com, Rasidan pada Senin (22/6/2026), mengatakan bahwa Gayo Lues saat ini tengah memasuki musim hujan sehingga risiko terjadinya longsor dan banjir meningkat, terutama dalam beberapa hari terakhir.

Ia mengimbau masyarakat untuk menghindari perjalanan pada malam hari, khususnya saat cuaca hujan, demi menjaga keselamatan dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan.

Selain itu, AKP Syafriandy juga menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama, terutama saat kondisi cuaca buruk yang berpotensi memicu bencana alam di sejumlah ruas jalan.

"Para pengendara harus selalu mematuhi peraturan berlalu lintas saat berkendaraan, bahkan kalau terjadi longsor, para pengendara atau pengguna jalan diminta agar tidak nekat menerobos tumpukan material longsoran.

Sehingga tidak terulang seperti kejadian yang sudah pernah terjadi sebelumnya di kabupaten itu," tegasnya.

Baca juga: Diguyur Hujan Deras, Ruas Jalan Blangkejeren-Takengon Kembali Tertimbun Longsor

Diguyur Hujan Deras, Ruas Jalan Blangkejeren-Takengon Tertimbun Longsor

Akibatnya, ruas jalan nasional yang menghubungkan Blangkejeren, Gayo Lues dengan Takengon, Aceh Tengah, sempat tertimbun material longsor sehingga arus lalu lintas lumpuh total pada Jumat (19/6/2026). 

Longsor terjadi di depan perusahaan pengolahan getah pinus PT Rosin yang berada di Kecamatan Rikit Gaib, Gayo Lues.

Salah satu warga di Kecamatan Rikit Gaib, Adin mengatakan bahwa lokasi longsor di depan PT Rosin tersebut telah lama menjadi titik rawan longsor, terutama saat musim hujan.

Menindaklanjuti kejadian itu, pihak terkait dalam hal ini Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.4 Blangkejeren segera mengerahkan alat berat ke lokasi untuk membersihkan material longsor berupa tanah, pasir, dan lumpur yang menutupi badan jalan nasional penghubung Blangkejeren-Takengon.

Pihak BPJN Aceh juga mengimbau para pengendara untuk lebih berhati-hati dan menghindari perjalanan pada malam hari, terutama saat curah hujan tinggi. (*) 

Baca juga: Jalan Nasional Takengon–Blangkejeren Kembali Normal Usai Longsor Dibersihkan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.