Sampah Seminggu Tak Diangkut, Lurah Penrang: Langsung Laporkan ke Kantor
Alfian June 22, 2026 07:06 PM

Sampah Seminggu Tak Diangkut, Lurah Penrang: Langsung Laporkan ke Kantor!


TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG - Masalah penumpukan sampah di Kelurahan Penrang, Kabupaten Pinrang kini mulai mendapatkan titik terang.

Kabupaten Pinrang sendiri merupakan daerah di Sulawesi Selatan yang berjarak sekitar 209 kilometer dari Kota Makassar atau sekitar empat jam perjalanan darat.

Ibu kota kabupaten berada di Kecamatan Watang Sawitto yang menjadi pusat pemerintahan dan aktivitas pelayanan publik.

Pemerintah Kelurahan mengapresiasi respon cepat Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Pinrang dalam menangani keluhan warga Jalan Cumi-cumi, Kelurahan Penrang, Kecamatan Watang Sawitto.

Keluhan tersebut ditindak lanjuti sejak Senin pagi tadi (22/6/2026), pukul 09.00 Wita.

Armada mobil pengangkut sampah dengan sejumlah personel langsung dikerahkan untuk mengambil sampah warga tersebut.

Lurah Penrang, Asrul B Panrita, mengapresiasi tindak lanjut cepat dari Dinas Lingkungan Hidup.

"Kami sangat mengapresiasi respon cepat dari Dinas lingkungan Hidup karena memang ranahnya," ucapnya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Senin (22/6/2026).

Baca juga: Sampah Sebulan Tak Diangkut di Pinrang, Kadis Sebut Imbas Kelangkaan Solar

Asrul mengungkap bahwa kendala pengangkutan terjadi karena pembenahan armada.

Menurutnya pergantian shift armada mobil dan motor sempat terhambat akibat adanya kerusakan teknis.

"Terkait adanya kendala itu, karena memang lagi pembenahan untuk memperluas wilayah jangkauan. Ada beberapa shift, yang sebelumnya mobil masuk, bergantian lagi dengan armada motor. Terus kendalanya kan ini motor juga ada perbaikan, itu kemarin yang menjadi kendalanya," kata Asrul.

Pihak kelurahan menegaskan bahwa Dinas Lingkungan Hidup selalu menindaklanjuti setiap keluhan yang masuk.

Asrul juga meminta warga segera melapor jika sampah seminggu belum diangkut petugas.

"Jadi imbauan saya untuk warga ketika melihat sampah sudah seminggu, atau dua Minggu. Satu Minggu lah paling lama tidak diambil, silahkan ke kantor lurah," imbaunya.

"Nanti kami bantu mengadukan keluhannya ke dinas terkait, silahkan ke kantor lurah saja. Karena kami terbuka ketika ada kendala, kami langsung pasti tindak lanjuti dengan melapor ke dinas terkait," sambungnya.

Karena pemukiman Kelurahan Penrang padat penduduk, warga sangat dilarang keras membakar sampah karena berpotensi memicu kebakaran pada musim kemarau.

Masyarakat diharapkan berpartisipasi aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah secara mandiri.

Hal itu, jika ada sampah yang cepat membusuk seperti perut ikan dan ayam.

"Kami berharap warga, ketika ada sampah yang tidak bisa menunggu misal perut ikan atau ayam. Dapat membuang langsung ke kontener sampah," harapnya.

Kontener sampah tersebut berada di depan Wisma Aman dan Dinas Lingkungan Hidup.

"Dua kontener itu, bisa ditempati untuk membuang sampah yang cepat membusuk," kata Asrul.

Warga Jalan Cumi-cumi, Kelurahan Penrang, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, mengeluhkan sampah yang tak kunjung diangkut petugas kebersihan.

Warga tampak bergotong royong membersihkan sampah yang menumpuk di depan rumah mereka dalam video yang beredar.

Di depan rumah warga, karung sampah berukuran sedang hingga besar terlihat sudah penuh terisi sampah.

Selain itu, bak sampah warga juga telah meluap.

“Jalan Cumi-cumi tidak ada pengangkut sampah di satu lorong. Sudah satu bulan lebih ini tidak diangkut sampah di Jalan Cumi-cumi,” keluh warga dalam video tersebut.

Warga mengaku sampah tersebut tidak diangkut petugas kebersihan sejak beberapa hari setelah Iduladha.

“Sudah satu bulan lebih, setelah lebaran tidak pernah datang lagi pengangkut sampah,” kesal warga.

Warga menyebut tumpukan sampah yang menimbulkan bau tidak sedap itu terjadi hingga ujung lorong Jalan Cumi-cumi.

“Sampai di ujung lorong, sampah menumpuk,” kata warga.

Merespons hal itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Pinrang, Muhadir Muddin, angkat bicara.

Muhadir mempertanyakan klaim warga yang menyebut sampah menumpuk hingga satu bulan.

“Tidak mungkin sampai sebulan. Itu tetap diangkut. Kadang ada kendala, kemarin memang sempat susah solar,” ujar Muhadir saat dihubungi Tribun-Timur.com, Senin (22/6/2026).

Ia menjelaskan, pihak dinas saat ini sedang melakukan penataan ulang seluruh rute armada pengangkut sampah.(*)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.