Pemkot Yogyakarta dan IDI Gencarkan Deteksi Dini Kanker Payudara
Muhammad Fatoni June 22, 2026 08:14 PM

 

​TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kanker payudara hingga kini masih menjadi momok menakutkan, sekaligus persoalan kesehatan serius di Kota Yogyakarta. 

Ironisnya, mayoritas pasien di lapangan baru mengakses penanganan medis ketika penyakitnya sudah memasuki stadium lanjut, sehingga memperkecil peluang kesembuhan.

Kondisi memprihatinkan ini menuntut adanya gerakan masif untuk menyadarkan masyarakat, khususnya kaum perempuan, mengenai krusialnya melakukan deteksi dini. 

Pemeriksaan rutin secara berkala, seperti melalui USG payudara, harus diposisikan sebagai langkah pencegahan utama, bukan sekadar respons setelah muncul keluhan fisik.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyoroti kanker payudara sebagai salah satu penyakit yang masih menjadi persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. 

Pasalnya, sampai sekarang, masih banyak pasien yang baru datang untuk mendapatkan penanganan medis ketika penyakit sudah berada pada stadium lanjut.

​"Padahal, peluang keberhasilan pengobatan jauh lebih besar jika deteksi dini dan pemeriksaan dilakukan secara rutin," bebernya, di sela kegiatan skrining kesehatan gratis bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI), di Pendopo Ponokawan, Minggu (21/6/2026).

Wali Kota berlatar belakang dokter kandungan tersebut menegaskan, pola pikir warga masyarakat dalam menjaga kesehatan harus diubah total. 

Menurutnya, kesadaran publik untuk memeriksakan diri secara berkala perlu ditanamkan sejak dini, demi mengantisipasi risiko-risiko terburuk.

​"Kita memahami bahwa banyak kasus penyakit yang sebenarnya itu dapat ditangani dengan lebih baik apabila ditemukan sejak tahap awal," ujarnya.

Baca juga: Anggaran Menipis Imbas Kenaikan Harga BBM, Damkarmat Yogyakarta Ajukan Tambahan Rp75 Juta di APBD-P

Fondasi Ketahanan Keluarga

​Lebih lanjut, mantan Kepala BKKBN RI ini mengaitkan langsung pentingnya kesehatan kaum perempuan dengan fondasi ketahanan sebuah keluarga.

Menurutnya, perempuan yang kondisinya sehat akan melahirkan keluarga yang lebih kuat serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

​"Ketika seorang ibu sehat, maka keluarga akan lebih kuat, anak-anak dapat tumbuh lebih optimal, dan pada akhirnya masyarakat menjadi lebih sejahtera," katanya.

​Oleh sebab itu, pihaknya senantiasa mengajak masyarakat, khususnya kaum perempuan, agar tidak takut menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Ia menekankan, pemeriksaan kesehatan alangkah baiknya dilakukan saat kondisi tubuh masih sehat, bukan ketika sudah muncul keluhan atau gejala penyakit.

​"Memang seharusnya pemeriksaan dilakukan ketika kita merasa sehat, supaya kalau ditemukan risiko penyakit dapat segera ditangani," ujarnya.

Tingkatkan Kesadaran

​Sementara, Ketua IDI Kota Yogyakarta, Agung Widianto, membenarkan kesadaran terkait deteksi dini kanker payudara harus ditingkatkan secara konkret demi menyelamatkan lebih banyak jiwa perempuan.

Melalui pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara langsung oleh tenaga medis profesional, masyarakat pun diharapkan dapat mengetahui kondisinya. 

​"Penyelenggaraan bakti sosial ini juga menjadi wujud nyata komitmen IDI Kota Yogyakarta dalam mendukung program peningkatan kualitas kesehatan masyarakat," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.