TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo mendirikan Sekolah Lansia yang berada di Padukuhan Pantog Wetan, Kalurahan Banjaroyo, Kapanewon Kalibawang. Pendiriannya melibatkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY.
Perwakilan BKKBN DIY, Rohdhiana Sumariati menjelaskan pembentukan Sekolah Lansia akan menjadi wadah bagi para warga lansia (lanjut usia) agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif.
"Warga lansia perlu mendapat perhatian karena banyak perubahan signifikan yang mereka alami, baik dari segi fisik, organ, maupun emosional," jelas Rohdhiana pada Senin (22/06/2026).
Menurutnya, lansia layaknya kembali ke fase remaja karena emosi yang labil dan menjadi lebih sensitif. Kondisi itu membuat mereka kerap merasa dikucilkan dan tidak berguna lagi bagi diri sendiri maupun masyarakat.
Rohdhiana menjelaskan Sekolah Lansia akan membekali para lansia untuk bisa mengelola emosi agar selalu berpikir positif, percaya diri, dan terhindar dari rasa saling curiga. Aktivitas fisik ringan juga dihadirkan sesuai kondisi mereka guna menjaga kondisi fisik.
"Lewat Sekolah Lansia, stigma negatif pada lansia berupaya ditepis, sebab mereka butuh teman sebaya dan didampingi," ujarnya.
Meski bersifat non formal, Rohdhiana memastikan aktivitas Sekolah Lansia menggunakan kurikulum terstruktur. Bahkan ada 3 jenjang yang disediakan, yaitu Standar 1 (S1), Standar 2 (S2), dan Standar 3 (S3).
Sebanyak 12 materi disiapkan untuk aktivitas selama setahun, dengan pertemuan 1 kali dalam sebulan. Namun, warga lansia juga memiliki keleluasaan untuk mengatur pertemuan lebih dari sekali dalam sebulan, menyesuaikan kondisi.
"Pertemuan yang lebih sering akan lebih mempercepat jangka waktu untuk bisa menyelesaikan seluruh kurikulum yang telah disiapkan," kata Rohdhiana.
Peresmian Sekolah Lansia di Banjaroyo dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko. Ia mengapresiasi inisiatif BKKBN DIY yang telah mendukung pendirian Sekolah Lansia.
Menurutnya, Sekolah Lansia menjadi program strategis untuk pemberdayaan masyarakat, khususnya lansia. Fasilitas yang disediakan menjadi langkah nyata dalam membangun masyarakat Kulon Progo yang inklusif dan ramah lansia.
"Sekolah Lansia bisa membangun paradigma baru bahwa proses belajar tidak mengenal batas usia, karena belajar adalah aktivitas sepanjang hayat," jelas Ambar. (alx)