Kolaborasi Baker Angkat Kekuatan Budaya dalam Ekonomi Kreatif Kuliner
Erik S June 22, 2026 09:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Industri bakery Indonesia dinilai terus berkembang sebagai bagian dari ekonomi kreatif yang tidak hanya berfokus pada produk makanan, tetapi juga mengedepankan unsur seni, budaya, dan ekspresi kreatif.

Industri bakery adalah bagian dari sektor makanan dan minuman yang berfokus pada produksi, pengolahan, dan penjualan produk berbahan dasar tepung.

Kekuatan utama industri ini saat ini terletak pada kreativitas, kolaborasi, serta keberanian para pelaku usaha dalam mengangkat budaya lokal sebagai identitas karya.

Industri bakery kini tidak lagi sekadar soal rasa, melainkan juga menjadi medium ekspresi yang memadukan teknik, estetika, dan kekayaan budaya Indonesia dalam bentuk karya kuliner.

“Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Melalui karya kuliner, kami ingin menunjukkan bahwa budaya bisa menjadi sumber inspirasi tanpa batas bagi para baker untuk terus berkarya dan bersaing di level yang lebih luas,” ujar Pendiri Sekarwangi Cake, Ni Kadek Oktari Anggia Sekarwangi di sela Festival Kuliner Nusantara di Tangerang, Banten.

Dalam kegiatan tersebut, ditampilkan instalasi kue sepanjang 18 meter sebagai bentuk kolaborasi kreatif yang melibatkan banyak pelaku industri dan merepresentasikan kekayaan budaya Nusantara.

Karya tersebut dibuat menggunakan sekitar 2.000 butir telur, 25 kilogram tepung, 56 kilogram buttercream, dan 10 kilogram fondant sebagai bahan utama dekorasi.

Mengusung tema 'Ragam Warna Indonesia: Bersatu dan Berkarya dalam Kreativitas', masing-masing baker menampilkan interpretasi berbeda terhadap budaya, tradisi, motif, dan warna khas daerah di Indonesia.

Seluruh karya kemudian disatukan menjadi satu instalasi kuliner yang merefleksikan keberagaman bangsa.

Sekarwangi menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir industri bakery dan cake artist di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang semakin dinamis. Perkembangan ini tidak hanya didorong oleh aspek komersial, tetapi juga oleh pergeseran peran bakery sebagai bagian dari ekonomi kreatif.

Baca juga: Penyambung Lidah Santri dan Orang Tua, Ideologi di Balik Rasa Produk Mumtaz Bakery

Menurutnya, produk bakery kini tidak hanya dipandang sebagai makanan, tetapi juga sebagai media untuk menyampaikan cerita, identitas budaya, dan pengalaman visual dalam setiap karya.

Sejumlah tren turut mendorong perkembangan tersebut, di antaranya meningkatnya penggunaan budaya lokal sebagai inspirasi desain produk. Motif tradisional, warna khas daerah, hingga cerita Nusantara semakin sering diadaptasi dalam dekorasi maupun konsep produk bakery.

Di sisi lain, kolaborasi antar pelaku industri juga semakin menguat. Para baker kini tidak lagi bekerja secara individual, melainkan membangun kerja sama lintas komunitas untuk menghasilkan karya yang lebih inovatif.

Keterlibatan institusi pendidikan, khususnya sekolah desain dan generasi muda, turut memperkuat ekosistem ini melalui pembelajaran langsung antara dunia akademik dan industri kreatif.

Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menilai ekosistem ekonomi kreatif pada subsektor kuliner, khususnya UMKM bakery dan cake, terus tumbuh dan membuka banyak peluang usaha baru.

Kepala Subdirektorat Pemasaran dan Komersialisasi Arsitektur dan Desain Kementerian Ekraf, Linda Emilda, mengatakan subsektor ini mendorong lahirnya kegiatan kolaboratif yang meningkatkan kreativitas sekaligus daya saing pelaku usaha.

“Kami terus mendorong UMKM bakery dan cake agar berkembang. Apalagi banyak ragam olahan yang bisa dikreasikan menjadi produk bernilai tinggi,” ujarnya.

Baca juga: Chef Rahmat Kusnadi: Tren Bakery 2026 Kembali ke Alam dan Kearifan Lokal

Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menilai instalasi kue sepanjang 18 meter tersebut menunjukkan kreativitas yang luar biasa.

Ia menegaskan bahwa perbedaan ide dan latar belakang justru dapat melahirkan karya yang unik dan bernilai.

“Ini bukan hanya bentuk kreativitas, tetapi menunjukkan bahwa perbedaan prinsip, ide, dan pemikiran dengan tujuan yang sama dapat menciptakan sesuatu yang luar biasa dan unik,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi 18 baker dari berbagai daerah tersebut tidak hanya menjadi ajang kreativitas, tetapi juga menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan dalam menghasilkan karya yang bernilai.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.