TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Ketidaksesuaian integrasi data memicu gangguan operasional pada situs resmi PPDB SMP Padang 2026 pada hari pertama pelaksanaan pendaftaran jalur online.
Gangguan teknis ini sempat membuat masyarakat dan orang tua calon siswa kesulitan mengakses halaman pendaftaran sejak Senin (22/6/2026) pagi.
Merespons kendala tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang langsung menggandeng tim teknis Universitas Negeri Padang (UNP) untuk memperbaiki database.
Kepala Disdikbud Kota Padang, Yopi Krislova, menjelaskan bahwa ketidaksesuaian data yang masuk ke pusat sistem menjadi penyebab utama gangguan web PPDB SMP Padang 2026.
"Web pagi ini sedang trouble, kita bekerja sama dengan UNP. Trouble-nya karena data yang kurang mix," kata Yopi Krislova saat memberikan keterangan kepada TribunPadang.com, Senin (22/6/2026).
Pihak Disdikbud bergerak cepat dengan menggandeng tim teknis dari Universitas Negeri Padang (UNP) guna melakukan perbaikan database dan mengurai benang kusut sinkronisasi data secepat mungkin.
Baca juga: Esteban Vizcarra Resmi Kembali ke Semen Padang FC Usai 11 Tahun Berkelana
Upaya kolaboratif tersebut membuahkan hasil positif dalam waktu yang relatif singkat sehingga masyarakat tidak perlu panik berkepanjangan.
Yopi memastikan bahwa menjelang siang hari, platform digital pendaftaran mandiri tersebut sudah kembali normal dan dapat digunakan oleh masyarakat secara luas.
"Sekarang sudah bisa diakses kembali oleh para pendaftar," tambah Yopi untuk menenangkan para orang tua murid yang sempat khawatir kehilangan momentum pendaftaran.
Sebagai bentuk kompensasi dan pemenuhan hak pelayanan publik akibat gangguan teknis tersebut, Disdikbud Kota Padang memutuskan untuk memperpanjang masa pendaftaran online.
Berdasarkan jadwal asli yang tertera pada pengumuman resmi pendaftaran online (memilih salah satu jalur) semula dijadwalkan berlangsung pada tanggal 22 hingga 24 Juni 2026.
Namun, demi mengakomodasi seluruh calon peserta didik, masa pendaftaran resmi diperpanjang hingga tanggal 25 Juni 2026 tepat pada pukul 12.00 WIB siang.
Langkah perpanjangan waktu ini dinilai sebagai keputusan solutif agar tidak ada satu pun calon siswa SMP di Kota Padang yang merugi akibat gangguan server internet.
Baca juga: Esteban Vizcarra Resmi Kembali ke Semen Padang FC Usai 11 Tahun Berkelana
Di sisi lain, sebelum memasuki gerbang pendaftaran utama secara online, pihak Disdikbud sebenarnya telah memfasilitasi tahapan pra-pendaftaran bagi kategori tertentu.
Sesuai informasi yang dihimpun dari papan pengumuman, tahapan pra-pendaftaran ini dikhususkan bagi calon siswa dari luar Kota Padang, lulusan paket A, atau tamatan sebelum tahun 2026.
Agenda pra-pendaftaran tersebut sudah dimulai sejak tanggal 19 Juni dan akan terus berlangsung hingga tanggal 23 Juni 2026 mendatang.
Pelayanan pra-pendaftaran tersebut dilayani langsung secara tatap muka di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.
Para orang tua diimbau memanfaatkan sisa waktu perbaikan data dan perpanjangan pendaftaran online ini dengan mencermati kembali seluruh dokumen persyaratan yang dibutuhkan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang resmi memulai tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tahun Ajaran 2026/2027.
Pada pelaksanaan tahun ini, Kepala Disdikbud Kota Padang, Yopi Krislova, meminta seluruh orang tua murid agar mulai mengikis dan membuang jauh-jauh stigma terkait adanya sekolah favorit di Padang.
Imbauan untuk menghapus sentimen sekolah favorit di Padang ini didasarkan pada data evaluasi yang menunjukkan bahwa capaian serta kemampuan akademik siswa di berbagai sekolah saat ini sudah merata di seluruh wilayah.
Guna mendukung pemerataan tersebut, Disdikbud Kota Padang menerapkan formula baru yang ketat dan transparan untuk jalur prestasi dengan memasukkan komponen Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai instrumen utama kelulusan.
"Berdasarkan data dan hasil evaluasi TKA yang ada, capaian serta kemampuan akademik siswa di berbagai sekolah saat ini sudah relatif merata di seluruh wilayah," ujar Yopi Krislova saat ditemui langsung di Padang, Senin (22/6/2026).
Baca juga: Paham Lapangan, Nelayan Purus Padang Tetap Melaut meski BMKG Ingatkan Cuaca Buruk
Yopi Krislova, mengungkapkan bahwa pihaknya kini menerapkan formula baru yang lebih ketat dan transparan, khususnya untuk jalur prestasi.
Perubahan signifikan tersebut adalah dimasukkannya komponen Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai salah satu instrumen utama penentu kelulusan calon siswa.
Langkah berani ini diambil untuk memastikan bahwa siswa yang diterima melalui jalur prestasi benar-benar memiliki kompetensi akademik yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Penilaian jalur prestasi tahun ini menggunakan komposisi 50 persen nilai rapor dan 50 persen nilai TKA," ujarnya.
Yopi menjelaskan lebih lanjut bahwa untuk mata pelajaran yang diujikan dalam TKA kali ini difokuskan pada dua instrumen dasar, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika.
Sementara itu, untuk sisa porsi 50 persen lainnya yang bersumber dari nilai rapor, tidak diambil secara sembarangan oleh tim seleksi Disdikbud.
Baca juga: Besok Warga Dua Pasar di Padang Bisa Beli Minyakita Murah Rp 15.000, Catat Jamnya!
Pihaknya menghitung rata-rata dari delapan mata pelajaran secara akumulatif, mulai dari kelas I semester I hingga kelas VI semester I.
Lebih lanjut, Yopi menegaskan bahwa sertifikat prestasi pendukung, baik di bidang akademik maupun non-akademik, juga akan dikurasi secara ketat.
Langkah kurasi menyeluruh ini sengaja diperketat demi menghindari adanya praktik manipulasi data atau pemalsuan sertifikat oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Sebagai informasi, sebelum pendaftaran utama, Disdikbud juga menggelar tahapan pra-pendaftaran pada 19-23 Juni 2026 di Kantor Disdikbud bagi calon murid luar kota, lulusan Paket A, dan lulusan sebelum tahun 2026.
Sebelumnya, suasana riuh dan padat langsung terasa saat menginjakkan kaki di Posko Pengaduan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang, Senin (22/6/2026) siang sekitar pukul 11.30 WIB.
Puluhan orang tua murid tampak berjubel memenuhi ruangan dan selasar gedung. Berkas map berisi rapor asli, fotokopi ijazah, hingga kartu keluarga tampak erat didekap di dada mereka masing-masing.
Mereka adalah para orang tua yang tengah berjuang mendaftarkan anak-anaknya dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP untuk jalur pra-pendaftaran.
Berdasarkan papan pengumuman resmi jadwal pelaksanaan SPMB SMP yang terpajang di lokasi, proses pra-pendaftaran fisik ini memang dikhususkan bagi calon peserta didik dari luar Kota Padang, paket A, atau tamatan sebelum tahun 2026.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sebagian besar masyarakat yang datang mengantre pada hari itu justru didominasi oleh warga yang berasal dari luar Kota Padang.
Baca juga: Disdikbud Padang Terapkan Tes TKA untuk SPMB SMP Jalur Prestasi, Rapor Saja Tidak Cukup
Para orang tua ini rela menempuh perjalanan jauh dari kampung halaman mereka masing-masing demi bisa menyekolahkan sang buah hati di ibu kota Provinsi Sumatera Barat.
Saking ramainya posko pengaduan, antrean panjang tidak dapat dihindarkan. Suasana di dalam posko dipenuhi oleh kesibukan orang tua yang mondar-mandir.
Ada yang sibuk bertanya kepada petugas posko terkait kelengkapan berkas, namun sebagian besar terlihat duduk atau membungkuk di lantai demi mengisi formulir pendaftaran.
Salah satu orang tua murid yang menarik perhatian adalah Ifes. Pria ini mengaku sengaja datang jauh-jauh dari Kabupaten Pesisir Selatan demi masa depan pendidikan anaknya.
Ifes menceritakan bahwa untuk meloloskan anaknya ke salah satu SMP di Kota Padang, dirinya harus datang langsung ke kantor Disdikbud dan tidak bisa diwakili secara online.
Baca juga: Revitalisasi Pasar Raya Padang, Pedagang Tempati Lapak Sementara Selama 6 Bulan
Sambil memegang pena dan lembaran kertas formulir, Ifes tampak sangat berhati-hati membaca setiap kolom petunjuk yang harus diisi.
Melihat banyaknya kolom dan detail dokumen yang harus dilengkapi, Ifes sempat melempar senyum seloroh kepada sesama orang tua di sebelahnya.
"Ada beberapa formulir yang harus diisi dan kita memang harus ekstra sabar mengisinya. Serasa seperti ikut sekolah lagi saya," ujar Ifes kepada TribunPadang sembari tertawa lepas, Senin (22/6/2026).
Meskipun harus menguras energi dan waktu untuk mengurus administrasi secara manual, Ifes mengaku tidak keberatan asalkan keinginan anaknya tercapai.
Ia pun menaruh harapan besar agar segala jerih payahnya mengurus berkas di tengah keramaian posko ini membuahkan hasil yang manis.
"Semoga anak saya bisa diterima dan nantinya bisa bersekolah dengan baik di Padang ini," tutur Ifes penuh harap.
Baca juga: Jalur Sungai Landia Agam Sudah Terbuka, Motor dan Mobil Bisa Lewat Usai Longsor Menimbun Jalan
Ketegangan dan kecemasan yang sama juga dirasakan oleh Vivin, salah seorang ibu yang juga mengantre di posko tersebut. Berbeda dengan Ifes, Vivin mengaku datang jauh-jauh dari Kota Medan, Sumatera Utara.
Demi bisa memasukkan anaknya ke salah satu SMP favorit di Kota Padang, Vivin memilih untuk membaca lembar demi lembar formulir dengan sangat perlahan.
Ia mengaku tidak ingin terburu-buru merampungkan pengisian kertas tersebut karena khawatir ada data yang keliru atau tidak sinkron dengan dokumen aslinya.
"Saya mengisi formulirnya perlahan-lahan saja. Takutnya nanti kalau salah isi, anak saya malah enggak diterima sekolah di sini," ungkap Vivin cemas.
Bagi Vivin, ketelitian adalah kunci utama di tengah situasi posko yang bising dan penuh sesak oleh ratusan pendaftar lain.
Ia menyadari bahwa dirinya harus bisa mengontrol emosi dan tetap tenang agar konsentrasinya tidak buyar selama proses pra-pendaftaran berlangsung.
"Harus lebih teliti dan sabar, maklum sajalah karena banyak juga peserta lainnya yang ikut mengantre di sini," pungkasnya. (*)