Normalisasi Sungai Kaliotik Lamongan Tuntas 2026, Rencana Bongkar Puluhan Bangunan Warga Resmi Batal
Sudarma Adi June 22, 2026 03:33 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Kabar lega bagi puluhan warga di Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Lamongan.

Rencana pembongkaran puluhan bangunan semipermanen yang berdiri di sepanjang bahu kanan dan kiri tanggul Sungai Kaliotik dipastikan batal total.

Kendati demikian, proyek normalisasi sungai tersebut dipastikan tetap rampung sesuai target tahun 2026.

Sebelumnya, keberadaan bangunan semipermanen di sepanjang sempadan sungai sempat dikhawatirkan menghambat proyek karena membatasi ruang gerak alat berat.

Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan berhasil menemukan solusi taktis sehingga pengerukan lumpur tetap berjalan lancar tanpa harus merugikan bangunan milik warga.

Baca juga: Jatim Terpopuler: Kebakaran 2 Rumah Saat Mati Lampu hingga Wilayah Lamongan Kena Pemadaman Listrik

Mewakili Kabid Operasi dan Pemeliharaan SDA dan Bina Konstruksi Lamongan Saikhu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lamongan, Sugeng Widodo, menjelaskan bahwa proyek normalisasi ini merupakan agenda mendesak untuk mengatasi sumbatan arus air dari wilayah utara maupun selatan akibat sedimentasi menahun.

“Air dari selatan maupun utara kadang harus terhenti di bagian-bagian yang mengalami sedimentasi parah. Akibat penumpukan lumpur selama bertahun-tahun, ketebalan sedimentasi di dasar Sungai Kaliotik bahkan ada yang mencapai lebih dari satu meter,” ujar Sugeng Widodo, Senin (22/6/2026).

Siasat Pengerukan Pakai Ponton Tanpa Sentuh Jalan Sempadan

Guna menyiasati sempitnya ruang aktivitas di pinggir tanggul akibat berdirinya bangunan warga, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (PU SDA-BK) Lamongan menerjunkan alat berat khusus yang ditopang dengan alat bantu ponton (bantalan apung) di atas air.

Metode ini membuat alat berat dapat mengeruk lumpur langsung dari tengah jalur sungai. Tak hanya itu, manajemen pembuangan material tanah hasil pengerukan juga ditata dengan rapi.

Baca juga: Kondisi Terkini Warga Sugio Lamongan yang Hilang Saat Mencari Rumput, Kini Ditemukan di Waduk German

"Pembuangan material tanah hasil pengerukan kini ditempatkan langsung di bibir lebar bawah sungai. Jadi, material lumpur tidak dinaikkan ke atas sempadan Jalan Kaliotik sehingga tidak mengotori akses jalan atau mengganggu bangunan sekitar," jelasnya.

Rampungkan Jalur Kritis Sepanjang 1 Kilometer

Secara teknis, proyek penataan aliran air dan pengerukan dasar Sungai Kaliotik ini menyasar jalur sepanjang kurang lebih satu kilometer. Fokus pengerjaan kali ini menyisir area dari sisi selatan Jalan Lingkar Utara (JLU) hingga kawasan jembatan selatan yang dinilai sebagai titik paling kritis.

Proyek di tahun 2026 ini merupakan kelanjutan dari agenda normalisasi tahap pertama yang sebelumnya telah sukses merampungkan pengerukan sepanjang satu kilometer di wilayah utara JLU.

Melalui tuntasnya normalisasi Sungai Kaliotik, Pemkab Lamongan berharap infrastruktur pengairan ini dapat langsung memberikan dampak positif yang masif bagi masyarakat.

Aliran sungai yang kini kembali dalam dan bersih diproyeksikan mampu mendongkrak suplai air untuk irigasi sektor pertanian, mempercepat pembuangan air saat intensitas hujan tinggi, sekaligus menekan potensi banjir dan genangan di wilayah perkotaan Lamongan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.