TRIBUNTRENDS.COM - Kisah pilu dialami Yuvita Tri Rezeki (29), yang selama tiga tahun harus hidup dalam bayang-bayang kekerasan yang dilakukan oleh sang pacar, Taufik Hidayat (30).
Tak hanya mengalami penyekapan dan penyiksaan, Yuvita juga mengaku menjadi korban kekerasan seksual selama berada di bawah kendali pelaku.
Fakta tersebut terungkap setelah Yuvita akhirnya berhasil melepaskan diri dari situasi yang selama ini membelenggunya.
Dalam pengakuannya, Yuvita menyebut dirinya beberapa kali berusaha melarikan diri dari penyekapan yang dialaminya.
Namun setiap upaya untuk kabur justru berakhir dengan tindakan penyiksaan yang lebih berat dari pelaku.
Penderitaan yang dialami perempuan berusia 29 tahun itu tidak berhenti pada kekerasan fisik semata.
Baca juga: Murka Atalia Praratya & Denny Sumargo Lihat Wanita Korban Penyekapan Bandung: Pelaku Kayak Binatang
Sejumlah harta miliknya juga disebut telah dikuasai oleh Taufik selama hubungan tersebut berlangsung.
Mulai dari kendaraan pribadi, gaji yang diterimanya, hingga dana tunjangan BPJS Ketenagakerjaan disebut ikut diambil alih oleh pelaku.
Yuvita menuturkan, pada awal perkenalan Taufik tidak menunjukkan perilaku yang mencurigakan ataupun kasar.
Sikap pelaku saat itu bahkan terlihat biasa dan tidak menimbulkan kecurigaan dari dirinya.
Namun keadaan mulai berubah setelah hubungan mereka berjalan beberapa waktu.
Menurut pengakuannya, tindakan kekerasan mulai terjadi sekitar satu minggu hingga satu bulan setelah mereka bersama.
"Waktu awal ketemu dia baik-baik aja, cuma setelah kurang lebih satu minggu atau satu bulan, mata saya jadi rusak," kata Yuvita dikutip dari Youtube Curhat Bang Denny Sumargo, Senin (22/6/2026).
Penglihatan Yuvita menjadi salah satu bagian yang pertama kali menjadi sasaran kekerasan pelaku.
Diduga, kondisi tersebut sengaja diciptakan agar korban semakin sulit melarikan diri dan bergantung sepenuhnya kepada pelaku.
"Selama 2 tahun ga bisa keluar kosan karena sudah gak bisa lihat," ucapnya lagi.
Karena ketakutan, Yuvita pun mengaku tak berani melawan. Bahkan jika ia bersuara sedikit saja saat disiksa, penyiksaan akan lebih parah.
"Jadi kalau misalkan disiksa, terus saya mengeluarkan suara, sama dia disiksa lagi. Jadi saya gak bisa ke mana-mana," tutur dia.
Menurut dia, sang kekasih bekerja sebagai debt collector.
"Dia kan kerjanya debt collector, kalau dia pergi nagih ke konsumen, saya disuruh tidur, kalau ikut disuruh pakai masker," katanya lagi.
Berawal dari mata, luka yang dialami Yuvita pun kini hampir seluruh badan,
"Saya sering dipukul pertama mata dulu, terus telinga, kaki sama bedog (golok). Dipaksa untuk pakai tato sama dia," ucapnya.
Selama disekap hampir tiga tahun, Yuvita mengaku hanya diberi makan satu kali.
"Kalau makan sehari cuma satu kali, itu juga kalau aku suka makan sendiri, terus sisanya disuruh tiduran di kamar mandi, karena aku gak bisa lihat, jadi mau mandi gimana gitu kan," katanya.
Bahkan untuk buang air besar pun, kata dia, ia sehari-harus harus memakai pampers yang dibelikan oleh pelaku.
Yuvita pun akhirnya dibawa ke rumah sakit oleh penjaga kos karena kondisi kepalanya yang semakin parah dan terus mengeluarkan cairan.
"Aku dianter ke sini sama yang punya kosan. Jadi dia tuh make motor, aku sama yang punya kosan pakai mobil (taksi online) ke sini," ucapnya.
Saat masih bekerja, kata Yuvita, sang kekasih sering memarahi atasannya.
"Hampir semua atasan aku sama dia dimarahin, jadi aku daripada gimana-gimana ya mendingan keluar aja," kata dia.
Baca juga: YTR Korban Penyekapan 3 Tahun di Bandung Minta Maaf ke Kaluarga, Ungkap Harapan: Ingin Bisa Melihat
Kini semua harta benda milik Yuvita sudah habis dikuasai oleh pelaku.
"Motor, iPhone, BPJS aku, gaji, aku juga minjem kakak sebagian, semua diambil sama dia, bilangnya buat sehari-hari. Aku ikut aja, uang juga sama dia. Dia ngerokok, suka minum juga, paling aku dikasih makan sama jajan, satu kali, kadang dua kali," ucapnya.
Terkait kekerasan seksual yang dialami korban, hal itu diungkap oleh kakak iparnya, Melanie.
Saat itu Denny Sumargo menanyakan soal dugaan kekerasan seksual.
"Jelas itu, sudah pasti tidak mungkin tidak (kekerasan seksual)," ungkap Melanir.
Bahkan menurut pengakuan Yuvita, dirinya kerap disiksa jika menolak ajakan pelaku untuk berhubungan suami istri.
"Saya gak berani menanyakan, cuma kemarin kebetulan ada yang bertanya. Dia bilang 'iya, kalau saya nggak mau disiksa'," tutur Melanie.
Hingga saat ini pelaku bernama Taufik Hidayat masih bernapas bebas di luaran sana.
(TribunTrends/TribunBogor)