TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) melaksanakan musyawarah dengan tokoh masyarakat lokasi pengabdian sekitar kampus dalam rangka Dies Natalis ke-61 UAJY di Ruang Diskusi, Kampus II, Gedung St. Thomas Aquinas pada Kamis (18/6/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan LPPM, dosen, serta para perwakilan padukuhan yang akan dijadikan lokasi pengabdian, yakni Padukuhan Tambakbayan, Kledokan, Ngentak, dan Mrican.
Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Ketua LPPM, Drs. A. Wibowo Nugroho Jati, M.S.
Wibowo menjelaskan bahwa program yang kelak akan diadakan adalah suatu bentuk pengabdian dari universitas ke masyarakat, khususnya sekitar kampus.
“Memang Atma Jaya ini suatu universitas yang sejujurnya mempunyai banyak sumber daya manusia. Ini adalah bentuk pengabdian, yakni satu dosen dari masing-masing fakultas,” ujar Wibowo.
Para dosen yang hadir di antaranya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Teknik, Fakultas Teknobiologi, dan Fakultas Kedokteran.
Mereka pun menyatakan komitmennya untuk mengabdi di lokasi-lokasi tersebut berdasarkan bidang keilmuan yang mereka kuasai.
Baca juga: Regenerasi Organisasi, Pengurus Harian UKM UAJY Periode 2026/2027 Resmi Dilantik
Selanjutnya, masing-masing Dukuh memaparkan informasi, potensi, dan kondisi masyarakat di wilayahnya untuk dijadikan pertimbangan para dosen pengabdi mengenai program apa yang harus dijalankan.
Mayoritas padukuhan mengeluhkan soal pengelolaan sampah yang masih belum optimal, kenakalan remaja, hingga mengenai citra di sosial media yang masih terkesan negatif.
Potensi di bidang perikanan, pertanian, dan karya seni juga menjadi hal yang bisa ditonjolkan dari padukuhan.
Potensi dan persoalan tersebut akan ditampung dan nantinya dosen-dosen pengabdi akan mengembangkan dan menyempurnakan program untuk setiap padukuhan yang akan dijalankan pada September 2026.
Wibowo menyatakan bahwa UAJY berkomitmen untuk membantu dan mengabdi kepada keempat padukuhan yang hadir, baik melalui kegiatan ini maupun di luarnya.
“Semoga hal-hal yang disampaikan hari ini tidak ada yang menjadi mubazir. Saya berharap semuanya bisa segera dilaksanakan,” ujarnya.
Musyawarah ini menjadi langkah awal dalam penyusunan program pengabdian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di sekitar kampus.
Melalui kolaborasi antara dosen dan warga, UAJY berharap kegiatan pengabdian yang akan dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat hubungan antara universitas dan masyarakat. (*)