Konvoi Pesilat Jadi Sorotan, DPRD Boyolali Minta Aparat Penegak Hukum Bertindak Tanpa Tebang Pilih
Vincentius Jyestha Candraditya June 22, 2026 05:16 PM

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Konvoi ratusan anggota perguruan silat yang viral di media sosial menjadi sorotan dari anggota dewan. Dalam video, ratusan pengendara sepeda motor memenuhi jalan dan menggeber kendaraan secara beramai-ramai pada Jumat (19/6).

DPRD Boyolali mendesak aparat penegak hukum (APH) meningkatkan patroli intensif serta menindak tegas setiap pelanggaran yang terjadi.

Sorotan itu datang dari Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Boyolali, Agus Ali Rosidi.

Ia menegaskan keamanan dan ketertiban wilayah merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Baca juga: Konvoi Pesilat di Boyolali Resahkan Warga Hingga Pasien di RS PKU Aisyiyah, Polisi Diminta Tegas

“Kegiatan apapun kalau sudah merugikan masyarakat lain, ini juga tidak baik. Kami berharap masyarakat yang terlibat tidak mengulangi lagi,” ujar Agus Ali Rosidi, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, aparat keamanan mulai dari kepolisian, TNI hingga Satpol PP perlu meningkatkan patroli preventif secara berkala untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.

Agus juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas terhadap setiap pelanggaran yang ditemukan, baik pelanggaran lalu lintas maupun dugaan tindak pidana.

“Kalau memang ada indikasi melanggar ketentuan Undang-Undang Lalu Lintas, saya kira dari pihak kepolisian bisa mengambil sikap tindakan tegas. Kalau ada unsur pelanggaran pidananya, tentu siapa pun di depan hukum tanpa kecuali,” tambahnya. 

Warga Sekitar Terdampak dan Terganggu

Insiden ini ternyata juga dikeluhkan oleh warga Boyolali. Aksi konvoi itu memicu keluhan masyarakat karena dinilai mengganggu ketertiban dan kenyamanan warga.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pesilat yang Tendang Junior hingga Tewas di Boyolali Divonis 7 Tahun Penjara

Salah satu warga, Muhajir, yang tinggal di sekitar Rumah Sakit PKU Aisyiyah Boyolali mengaku terdampak langsung oleh konvoi tersebut. 

Menurutnya, selain menimbulkan ketakutan, suara bising kendaraan yang melintas berulang kali sejak tengah malam hingga dini hari turut mengganggu pasien yang sedang menjalani masa pemulihan.

“Konvoi Jumat kemarin itu sangat berisik. Mengganggu pasien,” jelasnya.

Muhajir juga menyoroti minimnya kehadiran petugas saat rombongan konvoi melintas.

Bahkan, ia mengaku sempat hampir mendapat intimidasi dari oknum peserta konvoi ketika berusaha merekam kejadian sebagai dokumentasi.

“Harapan saya singkat saja, tangkap semua pelakunya jika melanggar. Pihak kepolisian harus mengambil tindakan yang tegas dan terukur,” imbuhnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.