Dikabarkan akan Ditutup, Yamin Eks Asisten Manajer Puncak Manggar Kenang saat Masa Jaya
Hendra June 22, 2026 05:24 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Bagi masyarakat Belitung Timur, bangunan Puncak Manggar bukan sekadar tempat berbelanja.

Gedung itu dulunya adalah pusat keramaian sekaligus simbol modernitas awal di Belitung Timur sebelum minimarket mengepung hingga ke sudut-sudut desa.

Di balik bangunan yang kini diisukan akan segera menyudahi operasionalnya itu, tersimpan ribuan kisah para mereka yang menjadi saksi kejayaan masa lalunya.

Satu di antaranya datang dari Yamin (35), seorang pria yang pernah mendedikasikan sebagian usia mudanya di sana.

Yamin adalah mantan karyawan yang merangkak dari bawah, merasakan kerasnya pekerjaan gudang hingga akhirnya dipercaya menduduki kursi strategis sebagai Asisten Manajer di akhir karirnya.

Yamin memulai perjalanan karirnya pada tahun 2009 silam. Sebuah awal yang bermula dari sebuah ajakan sederhana seorang anggota keluarga.

"Dulu diajak dari saudara saya yang kerja di Gudang Pusat Puncak Jakarta," ujar Yamin kepada Posbelitung.co, Senin (22/6/2026).

Tak terasa, nasib bergerak cepat bagi Yamin saat itu. Hanya berselang dua minggu setelah mencicipi Puncak pusat, manajemen memutuskan untuk memindahkan tugasnya ke Pulau Belitung.

Yamin dimutasi ke Puncak Tanjungpandan terlebih dahulu, sebelum akhirnya menetap dan mengabdi di Puncak Manggar. Di sini, Yamin mulai merajut kesehariannya bersama puluhan rekan sejawatnya yang lain.

Kehidupan sebagai pegawai retail zaman itu diakuinya menuntut fisik yang prima dan kedisiplinan tinggi. Yamin harus merelakan waktu seharian penuh di dalam toko demi memastikan pelayanan berjalan optimal.

"Selama kami pegawai di Puncak Alhamdulillah baik-baik saja. Dulu kami tinggal di mess. Kerja dari jam 9 pagi sampai 9 malam," tuturnya.

Yamin mengingat betul bagaimana Puncak Manggar menjadi penguasa tunggal perbelanjaan di era tahun 2000-an akhir, sebelum kompetitor menjamur seperti sekarang.

"Dulu emang ramai sekali. Dari lantai 1 sampai lantai 2, sebelum adanya toko-toko baru," katanya.

Momen paling diingat Yamin adalah ketika musim libur sekolah tiba. Anak-anak berdatangan dari berbagai pelosok wilayah Belitung Timur, menjadikan Puncak Manggar sebagai destinasi utama untuk sekadar jalan-jalan atau berbelanja.

Yamin melanjutkan, kondisi tersebut akan berubah menjadi berkali-kali lipat lebih padat saat menjelang Hari Raya Idulfitri. Ratusan orang berdesakan memenuhi koridor pakaian dan kebutuhan pokok setiap harinya.

"Bisa jadi ratusan orang (per hari). Waktu ketika hari libur anak sekolahan berdatangan dari mana-mana, dan di saat hari raya, lebih lagi ramainya," ungkapnya.

Dedikasi yang ditunjukkan Yamin selama bekerja pun akhirnya membuahkan hasil manis pada tahun 2013. Pihak manajemen melihat potensi dalam dirinya yang semula hanya berstatus sebagai Pegawai Umum.

"Jabatan saya sebagai Pegawai Umum, lalu diangkat jadi Asisten Manager tahun 2013," ucapnya.

Namun, roda kehidupan berputar, begitu pula bisnis ritel di Belitung Timur. Di penghujung karirnya, Yamin mulai merasakan adanya perubahan yang tidak menyenangkan pada grafik kunjungan.

Sinyal-sinyal penurunan pembeli mulai nampak jelas di depan mata Yamin. Puncak Manggar tidak lagi melayani ratusan orang seperti beberapa tahun sebelumnya.

Yamin mengatakan satu di antara faktor utamanya adalah mulai masuknya para pesaing baru yang membawa konsep lebih segar, dekat, dan modern ke tengah-tengah pemukiman warga.

"Iya, di akhir-akhir saya masih di sana sudah mulai menurun karena adanya toko baru. Babel Mart, Alfamart, dan Indomaret sudah menjamur sampai ke Belitung," ucapnya.

Kepungan tersebut nampaknya membuat Puncak Manggar perlahan kehilangan cengkeraman pasar. Konsumen sedikit demi sedikit mulai beralih ke tempat lain.

Ditambah pada saat itu, Yamin harus mengambil keputusan berat dimana ia menyudahi masa baktinya pada tahun 2016. Langkah itu terpaksa diambil bukan karena ia ingin menyerah pada keadaan toko, melainkan kondisi kesehatannya yang memburuk.

"Saya total masuk kerja tahun 2009 sampai 2016. (Keluar) karena sakit paru-paru," ujarnya.

Kini, satu dekade setelah ia meletakkan jabatannya sebagai Asisten Manajer, Yamin hanya bisa memantau kondisi mantan tempat kerjanya dari luar.

Ia pun tidak luput dari desas-desus yang menyebut bahwa Puncak Manggar diisukan segera tutup total.

Menanggapi rumor tersebut, Yamin pun bersikap realistis. Ia menilai dinamika dalam dunia usaha adalah hal yang lumrah dan mutlak terjadi.

"Bisa jadi tutup, karena segala sesuatu ada masanya," katanya.

Akan tetapi, Yamin menyelipkan doa dan harapan tulus yang ia layangkan untuk para pekerja yang masih berjuang di sana beserta jajaran manajemen.

"Semoga untuk semua rekan kerja Puncak Manggar sehat selalu," tutup Yamin. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.