Rentan Kasus Warga Tenggelam, Tim SAR Sarankan Warga Waspada Saat Mandi di Pantai atau Sungai
Ngurah Adi Kusuma June 22, 2026 05:26 PM

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Sebanyak 12 operasi SAR dilaksanakan petugas dari Pos Pencarian dan Pertolongan SAR Jembrana dalam kurun waktu dua tahun belakangan ini. 

Operasi yang dilaksanakan didominasi untuk melakukan penanganan warga yang mengalami kecelakaan di perairan. 

Menurut data yang berhasil diperoleh, total ada 11 operasi SAR yang dilaksanakan petugas selama tahun 2025 kemarin. 

Operasi SAR didominasi oleh evakuasi korban KMP Tunu Pratama Jaya yang terjadi pada Juni 2025 lali, kemudian penanganan pekerja proyek hanyut di sungai, warga tenggelam saat menyeberangi sungai, kecelakaan di laut, warga belum kembali dari ladang hingga proses evakuasi warga saat peristiwa banjir yang terjadi di Jembrana. 

Baca juga: Kuota Sekolah Rakyat di Jembrana Bakal Tampung 1.000 Orang Lebih

"Kalau tahun ini kita baru melakukan satu operasi SAR. Yakni saat anak remaja tenggelam di Bendung Campuan di wilayah Desa Pohsanten belum lama ini," ungkap Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan SAR Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan saat dikonfirmasi, Senin 22 Juni 2026. 

Dia menyebutkan, banyaknya jumlah penanganan yang didominasi terjadi di wilayah perairan dalam setahun menjadi pengingat masyarakat akan bahayanya ketika berada di perairan. 

Selain penanganan kecelakaan di laut, petugas juga menangani warga yang tenggelam bahkan hanyut terseret arus sungai. 

Baca juga: TKA Jadi Penentu, Seleksi SPMB SMA/SMK Bali 2026 Resmi Dimulai

"Seperti kejadian pekerja proyek di Penyaringan yang terseret arus saat mandi. Korban ditemukan di pinggir laut beberapa waktu pasca kejadian," ingatnya. 

Dengan rentetan kejadian tersebut, kata dia, Pos Pencarian dan Pertolongan SAR Jembrana mengingat ke warga agar selalu waspada dan hati-hati saat beraktivitas di perairan. 

Seperti mandi di sungai dan juga di laut. Belakangan ini, terutama untuk warga yang mandi di laut agar waspada karena kerap terjadi banjir rob atau ombak tinggi.

"Kami imbau agar masyarakat selalu waspada dan hati-hati. Untuk yang mandi di laut kami sarankan perhatikan situasi dan kondisi pantai dulu, dan bila perlu gunakan pelampung keselamatan ketika mandi di laut untuk meminimalisir hal yang tak diinginkan terjadi," imbaunya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.