Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Ternyata asa sumur dan saluran air yang terdampak limbah pembuangan TPA Ciangir ternyata kerap digunakan warga Kampung Sirnagalih, Tamansari Kota Tasikmalaya, Senin (22/6/2026).
Selain kolam yang terdampak, beberapa sumur dan saluran air untuk digunakan kebutuhan sehari-hari warga terdampak.
Meskipun saat ini, saluran air dan kolam sudah kembali normal tapi warga masih cemas, karena khawatir pembuangan limbah kembali terdampak.
Ketua RW setempat, Agus Suhendar, menuturkan, terdapat sekitar 98 kolam milik warga di wilayah RT 02 RW 07 yang terdampak pembuangan air Lindi kolam TPA Ciangir.
"Kalau dari kami harus secepatnya ditanggulangi, jangan sampai terulang kembali meskipun pihak UPTD sempat kesini tapi hanya melihat kolam dan pemilik terdampak," ucap Agus kepada TribunPriangan.com.
Baca juga: Pemilik Kolam Minta Kompensasi Kerugian Ikan Mati Mendadak Akibat Limbah TPA Ciangir Tasik
Agus menambahkan, terkait pemberian kompensasi bagi pemilik kolam memang belum ada tindaklanjut dari dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya.
"Untuk niatan pemberian kompensasi belum. Karena, kami tidak minta apa-apa yang penting air kembali bersih lagi kembali ke awal," tegas Agus.
Agus mengungkapkan, air yang terdampak tidak hanya diperlukan untuk aliran kolam tapi kebutuhan mandi dan mencuci berasal dari sumber yang sama.
"Air ini digunakan mandi, mencuci pakaian. Karena tidak hanya kolam terdampak, sebagian sumur juga menjadi bau dan berubah warna," jelasnya.
Dirinya mengatakan, dampak saat ini memang berkurang karena penutup buangan limbah tidak dialirkan dulu ke saluran.
"Ditutup dulu sementara karena ini murni ada resapan limbah dan UPTD juga mengakui kejadian ini," kata Agus.
Diketahui puluhan kolam ikan milik warga Kampung Sirnagalih berubah warna hitam pekat hingga ribuan ikan mati mendadak.
Tidak hanya itu, kampung di wilayah Mugarsari pun ikut terdampak. Karena saluran airnya berasal dari titik yang sama.(*)