TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Aksi unjuk rasa mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Monas, Jakarta Pusat, berakhir dengan suasana tertib namun penuh energi, Senin (22/6/2026).
Massa dari kelompok Emak-Emak Bersatu dan Aliansi Masyarakat Jakarta mulai membubarkan diri secara bertahap pada pukul 15.40 WIB, menyisakan area yang kini segera dipulihkan oleh pasukan oranye.
Pantauan Tribunnews.com, aksi demonstrasi ini berlangsung cukup unik dengan perpaduan orasi dan hiburan.
Di atas mobil komando, orator berulang kali meneriakkan dukungan bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Massa tampak bersemangat berdendang mengikuti irama lagu "Kicau Mania" dan "Tabola-Bale", bahkan tak sedikit yang berjoget bersama.
Kelompok Aliansi Masyarakat Jakarta yang terkonsentrasi di seberang BSI Tower membawa grup musik tradisional Rebana dan Tanjidor, serta memajang boneka Ondel-Ondel di depan mobil komando.
Mereka mengibarkan bendera Merah Putih dan bendera besar bertuliskan "MBG Yes, Sikat Koruptor", "Prabowo Garis Keras", hingga "Bersama Prabowo Harga Mati".
Baca juga: Bendera Prabowo Garis Keras Berkibar saat Demo Pro MBG di Monas
Di sisi lain, kelompok Emak-Emak Bersatu yang beraksi di depan IRTI Monas tampil dengan atribut yang tak kalah mencolok.
Mengenakan baju putih dan kerudung merah, mereka membawa poster, bunga mawar, wajan baru, hingga peralatan dapur seperti panci dan saringan mi.
Bahkan, tampak seorang ibu yang menimang boneka dengan sarung layaknya seorang bayi, serta replika timpah bertuliskan "MBG untuk rakyat, bukan konglomerat".
Secara substansial, massa mendesak pemerintah agar tidak menghentikan program MBG di tengah berbagai polemik.
Mereka menilai bahwa program ini telah memberikan dampak nyata bagi kesehatan anak sekolah, ibu hamil, hingga perputaran ekonomi bagi petani dan pengusaha satuan pelayanan gizi.
"Manfaat MBG untuk ibu hamil, anak sekolah, untuk emak-emak. Kami dukung Pak Prabowo meneruskan program MBG," seru orator.
Massa menilai bahwa jika ada oknum yang melakukan korupsi, maka oknum tersebutlah yang harus ditindak tegas, namun program MBG harus tetap berjalan karena manfaatnya bagi masyarakat luas.
Baca juga: Mahasiswa Ingatkan DPR dan Pemerintah: Jangan Main-Main Isu Perut Rakyat
Tak lama setelah massa beranjak, pasukan oranye dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta segera menyisir sisa sampah di sepanjang jalur demo untuk memulihkan akses Jalan Medan Merdeka Selatan.
Sebelumnya, aksi sempat menyebabkan kepadatan lalu lintas dan penutupan jalan oleh kepolisian di sekitar kawasan Monas menggunakan water barrier.
Sejumlah peserta aksi, seperti Yuyun, mengaku hadir karena merasakan langsung manfaat program ini. "Semenjak ada MBG, anak saya jadi gemuk, sehat, pintar. Harapannya lebih bagus lagi, meningkat," tuturnya di lokasi.
Dengan rampungnya aksi massa dan dimulainya pembersihan oleh petugas, kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan kini berangsur normal.