Piala Dunia FIFA 2026: Belanda Selangkah Lebih Dekat Akhiri Kutukan 'Hampir Juara' dengan Kemenangan 5-1 atas Swedia
Aurora Nightingale June 22, 2026 07:01 PM

Seperti halnya olahraga lain, sepak bola internasional juga dipenuhi dengan banyak momen 'bagaimana jika'. Bagaimana jika penyerang tajam Belanda, Rob Rensenbrink, berhasil mencetak gol di detik-detik akhir final Piala Dunia 1978 melawan Argentina? Meskipun telah melahirkan sederet bintang besar seperti Johan Cruyff, Ruud Gullit, Dennis Bergkamp, serta kecerdikan taktis mereka dalam merancang Total Football, kisah Belanda di Piala Dunia selalu menjadi cerita besar tentang 'andai saja'. Kegagalan tipis Rensenbrink saat itu tampaknya membayangi generasi pesepak bola Belanda berikutnya. Akibatnya, hingga kini mereka tetap menjadi satu-satunya negara yang pernah tampil di tiga final Piala Dunia tanpa sekalipun meraih trofi juara.

Belanda memulai perjalanan mereka di Piala Dunia kali ini dengan hasil kurang meyakinkan, bermain imbang 2-2 melawan Jepang pada laga pembuka dan kalah dari Aljazair dalam pertandingan uji coba. Di bawah asuhan pelatih Ronald Koeman, tim ini tampak kehilangan sosok pemimpin karismatik yang dulu membuat sepak bola Belanda menjadi kekuatan yang menakutkan pada era 1970-an. Mereka merindukan wibawa Cruyff dan kekuatan Gullit yang luar biasa. Bahkan media lokal di Belanda tampaknya sudah kehilangan keyakinan pada tim nasional mereka.

Namun, segalanya berubah pada hari Sabtu. Dua gol cepat dari Brian Brobbey di awal pertandingan, disusul dua gol tambahan di babak kedua dari Cody Gakpo dan satu gol penutup dari Crysencio Summerville, mengantarkan Belanda meraih kemenangan telak 5-1 atas Swedia dalam laga kedua mereka di Piala Dunia ini di Houston. Tim Oranje akhirnya menampilkan performa yang selama ini diinginkan Koeman.

“Hasil yang luar biasa, tapi masih ada beberapa momen yang bisa kami perbaiki. Jika kami bisa menyempurnakan itu, maka kami akan memainkan pertandingan yang benar-benar sempurna, dan ini nyaris seperti itu,” ujar Koeman seusai pertandingan.

Kecerdikan Koeman dalam menempatkan Brobbey sebagai penyerang utama sejak awal pertandingan terbukti berhasil. Penyerang Sunderland itu membalas kepercayaan pelatihnya dengan mencetak dua gol dalam 17 menit pertama, memberikan keunggulan yang sulit dikejar bagi tim lawan.

Menunjukkan kelincahan dan semangat menyerang yang mengingatkan pada filosofi Total Football—konsep yang membawa mereka ke final Piala Dunia 1974—tim Belanda tampil seperti pasukan yang memiliki misi besar. Di dalam stadion ber-AC tertutup di Houston, anak asuh Koeman menampilkan permainan penuh energi, dengan Denzel Dumfries yang aktif di sisi kanan dan Ryan Gravenberch yang tampil dominan di lini tengah. Delapan pemain Belanda berkumpul di kotak penalti, menekan Swedia hampir sepanjang laga.

Bisakah mereka melangkah ke tempat di mana belum ada pemain Belanda yang pernah sampai sebelumnya? Para penggemar setia tampaknya percaya demikian. Mereka mendapat dukungan tambahan dari ekonom Jerman terkemuka, Joachim Klement, yang memprediksi bahwa Belanda akan menjuarai Piala Dunia kali ini. Bagi yang belum tahu, Klement sebelumnya telah memprediksi dengan benar tiga juara terakhir—Jerman pada 2014, Prancis pada 2018, dan Argentina empat tahun lalu.

Menariknya, tim nasional sepak bola Belanda memiliki kesamaan yang mencolok dengan tim kriket Afrika Selatan sebagai simbol 'hampir juara' dalam dunia olahraga modern. Seperti halnya Oranje, tim Proteas juga dikenal sering gagal meraih kejayaan di turnamen besar. Namun, mereka berhasil sedikit menghapus luka itu dengan menjuarai Kejuaraan Tes Dunia 2025 di bawah kepemimpinan Temba Bavuma.

Kemenangan Afrika Selatan memberikan pelajaran berharga bagi Belanda. Generasi baru pemain mereka, yang bebas dan percaya diri, harus mampu menghormati sejarah tanpa terbebani olehnya. Jika tim Koeman dapat melakukannya, ramalan Klement mungkin akan menjadi kenyataan untuk keempat kalinya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.