Pertama, kita mau menaikkan angka rata-rata hidup dari 72 ke 76. Sekarang saya 62. Saya mau hidup tidak cuma 10 tahun lagi. Saya mau hidup 14 tahun lagi
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan The Lancet meluncurkan Komisi The Lancet Regional Health-Western Pacific: Reimagining Healthcare in Indonesia for 2045 guna merancang sistem kesehatan yang mampu menjangkau masyarakat di daerah-daerah terpencil dengan layanan berkualitas melalui berbagai metode penelitian kesehatan.
The Lancet adalah jurnal internasional tentang kesehatan yang diterbitkan tiap minggu dan ditemukan oleh Thomas Wakley pada tahun 1823.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan terdapat empat arah kebijakan strategis Indonesia Emas 2045 yang perlu didukung oleh Komisi tersebut, yakni angka harapan hidup, umur harapan hidup sehat (HALE), cakupan jaminan kesehatan semesta (Universal Health Coverage/UHC), dan angka kelahiran total (TFR).
"Pertama, kita mau menaikkan angka rata-rata hidup dari 72 ke 76. Sekarang saya 62. Saya mau hidup tidak cuma 10 tahun lagi. Saya mau hidup 14 tahun lagi," kata Menkes Budi Gunadi di Jakarta, Senin.
Menkes mengaku bangga Indonesia mencapai angka harapan hidup 74 tahun pada tahun lalu dan dia optimis angka harapan hidup di atas 76 bisa dicapai.
"AS (angka harapan hidupnya 79). Jadi kita tidak jelek. China saya kira 76 sekarang. Dan China juga, mereka sudah membuat rencana Partai Komunis mereka mau menaikkan (angka) dari 76 ke 78 kalau tidak salah," kata Menkes.
Yang kedua, katanya, HALE ditingkatkan dari 60 tahun ke 65 tahun.
Terkait UHC, Menkes menyebutkan bahwa UHC Indonesia mencakup 99 persen penduduk dan merupakan cakupan terbaik di dunia. Namun, katanya, ada dokumen yang menyebutkan bahwa UHC Indonesia menempati urutan 122 secara global.
"Kenapa bisa beda? Definisi jaminan kesehatan semesta Indonesia itu jumlah orang yang memegang kartu BPJS. Padahal bukan itu maksudnya. Anda punya kartu BPJS, pergi ke RS, (tapi) tidak bisa dilayani karena RSnya tidak siap. Itu bukan UHC namanya," kata Menkes Budi Gunadi.
Menkes mengatakan arti UHC sebenarnya adalah akses ke layanan kesehatan yang berkualitas tanpa hambatan finansial.
Sementara itu, katanya, angka kelahiran total diupayakan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
Dia menambahkan, kebijakan empat strategis tersebut diterjemahkan menjadi 41 indikator yang perlu dicapai pada 2029. Menkes berharap agar riset-riset yang dilakukan sesuai dengan kerangka tersebut.
Dia mencontohkan riset terkait imunisasi HPV atau riset tentang pengaruh penggunaan ultrasound terhadap penurunan angka kematian ibu dan anak.
Adapun temuan-temuan terkait hal tersebut akan dipublikasikan dalam The Lancet Regional Health – Western Pacific.





