- Seorang petugas kepolisian, AKBP Adri, tampak meringis kesakitan dan berjalan pincang di tengah kericuhan yang terjadi saat aksi unjuk rasa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada Senin (22/6/2026) pukul 17.00 WIB.
Ia tampak dibantu berjalan oleh sejumlah polisi yang membawanya menjauh dari titik kericuhan.
"HT saya cari, HT saya cari," kata dia ke polisi lain.
Sementara itu di sekitarnya sejumlah botol air kemasan dan kayu yang dipakai untuk bendera massa aksi tampak berterbangan.
Kericuhan itu terjadi saat massa aksi membakar replika keranda yang dibawanya ke gerbang utama Gedung DPR RI sementara sejumlah petugas kepolisian berupaya memadamkan api tersebut dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Sesaat sebelumnya, mereka tampak mengepalkan tinju ke udara di depan gerbang Utama DPR RI Senayan Jakarta pada Senin (22/6/2026) sekira pukul 16.25 WIB.
Orator di atas mobil pengeras suara lalu mengajak massa aksi untuk menyerukan Sumpah Mahasiswa Indonesia.
Mereka lalu menyerukan Sumpah Mahasiswa Indonesia.
Terdapat lima poin maklumat yang disuarakan massa aksi melalui spanduk yang digantungnya di pagar gerbang utama Gedung DPR RI.
Pertama, tegakkan amanat UUD 1945 pasal 33 secara berdaulat.
Kedua, kembalikan kepercayaan publik.
Ketiga, perkuat kemandirian ekonomi nasional.
Keempat, reshuffle dan efisiensi struktur kabinet sesuai kompetensi dan otoritas.
Kelima, reset BGN dan bubarkan KDMP, sejahterakan guru.
CAPTION: Demo di Jakarta - Seorang petugas kepolisian, AKBP Adri, tampak meringis kesakitan dan berjalan pincang di tengah kericuhan yang terjadi saat aksi unjuk rasa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada Senin (22/6/2026).