Program Banjar Menari Badung Rencana Dilaksanakan Dalam Waktu Dekat, Angkat Potensi Tradisi Desa
Ngurah Adi Kusuma June 22, 2026 07:23 PM

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA — Program 'Banjar Menari' ditargetkan mulai berjalan penuh pada akhir juni atau awal Juli 2026 mendatang. 

Program itu  akan dilaksanakan Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung untuk menjaga tradisi dan budaya di Gumi Keris.

Sebagai langkah awal, pihak dinas telah menjaring puluhan tenaga pengajar yang berlatar belakang sarjana seni untuk dioptimalkan dalam menggali sekaligus mengangkat potensi seni tradisi di setiap desa. 

Dengan begitu banjar-banjar di Badung kembali aktif digunakan untuk masyarakat.

Baca juga: Duta Klungkung Bawa Ragam Kesenian Terbaik di Ajang PKB XLVIII 2026

"Kami rancang di akhir Juni ini sudah, sudah mulai bergerak, atau awal Juli 2026 ini,”

“Sudah mulai bergerak, turun untuk memberikan pembinaan kepada masyarakat kita yang ada di masing-masing desa," kata Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gede Sukadana dikonfirmasi Senin 22 Juni 2026

Skema pelaksanaan program ini dirancang secara bertahap dengan memprioritaskan area tingkat desa dan kelurahan terlebih dahulu. 

Kebijakan ini diambil guna memetakan dan menggerakkan kekayaan budaya lokal yang tersebar di beberapa  wilayah di Kabupaten Badung.

Baca juga: Beri Deadline 3 Hari, BEM Unud Ancam Gelar Aksi Lebih Besar jika DPRD Bali Ingkar Janji

"Tapi kami start-nya sekarang mulai dari desa dulu, karena di Badung kan ada 60 desa, kelurahan,”

“Di sini bertujuan untuk mengangkat potensi-potensi yang ada di masing-masing desa dulu terkait dengan seni dan tradisi, termasuk budaya yang ada di masing-masing desa yang ada di Kabupaten Badung," ujar Sukadana.

Terkait proses penyaringan tenaga pengajar, pihaknya mengaku telah merampungkan tahapan seleksi ketat untuk menyisihkan para pelamar. 

Penilaian tersebut menitikberatkan pada aspek kompetensi keahlian seni, rekam jejak kemampuan praktis, hingga pemenuhan berkas administrasi.

Diakui, sudah, ada 93 pelamar, namun yang dicari hanya 62 orang. Hal itu pun diperlukan tahap seleksi dengan ketat

"kalau tidak salah itu ada 93 pelamar, tetapi yang kita butuhkan 62. Di sana kita perlu seleksi lagi terkait dengan kemampuan, kompetensi, termasuk administrasi," bebernya.

Disbud Badung juga melibatkan lintas lembaga dan tim ahli eksternal guna menjaga objektivitas hasil seleksi. 

Tim penguji tersebut merangkum perwakilan Listibya, institusi Katalis, serta tim perumus bentukan pemerintah.

Baca juga: Retribusi Wisatawan ke Nusa Penida Masih Rawan Bocor, Realisasi Masih Jauh Dari Target

"Nah, inilah yang akan nanti tim yang sudah diseleksi ini, ya tenaga yang sudah diseleksi ini, tim seleksinya melibatkan dari Listibiya juga,”

“Ya termasuk juga dari Katalis dan tim perumus juga kita libatkan di dalam tim, tim seleksi untuk Banjar Menari ini," tutur Sukadana.

Pemberdayaan para lulusan sarjana seni ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam wadah pengembangan bakat kepemudaan daerah. 

Kehadiran para profesional seni tersebut diproyeksikan mampu menghidupkan kembali ekosistem kesenian tradisional setempat.

"Nah harapan kami nanti dengan adanya program ini, potensi SDM kita yang memang berkompeten di bidang seni, apalagi dia itu basically-nya sarjana seni, kita bisa akomodir,”

“Untuk apa? Untuk membangkitkan dan mengembangkan seni tradisi yang ada di masing-masing desa," jelasnya.

Sebelum diterjunkan langsung ke masyarakat, seluruh tenaga pengajar yang lolos seleksi diwajibkan mengikuti pembekalan teknis terlebih dahulu. 

Orientasi ini berfokus pada kejelasan pembagian tugas, lini masa pergerakan, dan target wilayah pembinaan.

"Pasti, pasti ada pembekalan. Apa, apa, siapa, melakukan apa, kapan, dan di mana itu tetap kita berikan tambahan pemahaman oleh tim-tim kita di Dinas Kebudayaan," jelas Sukadana.

Terkait pembiayaan operasional seluruh instrukturnya, Dinas Kebudayaan memastikan aspek hak keuangan para pelatih sudah dialokasikan secara resmi. 

Anggaran honorarium tersebut bersumber penuh dari pos Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dinas tahun berjalan.

"Untuk pelatih, sudah dimasukkan di dalam program kegiatan. Di program kegiatan, artinya untuk honornya itu kan sudah diakomodir di DPA Dinas Kebudayaan," imbuh. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.