Pernah Ngaku Siap Ditabrak, AKBP Adri Pincang saat Aksi Demo di DPR RI Hari Ini, Minta HT Dicari
Yurika NendriNovianingsih June 22, 2026 08:35 PM

TRIBUNNEWS.com - Kabag Perencanaan Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Adri Desas Furyanto, kembali terjun ke lapangan saat aksi unjuk rasa mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan Gedung DPR RI, Senin (22/6/2026).

Pantauan Tribunnews.com, Adri terlihat berjalan pincang di tengah kericuhan yang terjadi antara massa mahasiswa dan personel kepolisian pada pukul 17.00 WIB.

Sambil dipapah polisi lainnya, ia meminta agar handy talky (HT) miliknya dicarikan.

"HT saya cari, HT saya cari," kata dia.

Adri diketahui juga turun ke lapangan saat Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi unjuk rasa pada 12 Juni 2026 lalu.

Kala itu, ia bergabung bersama personel polisi yang lain, mengadang bus rombongan mahasiswa UI yang hendak menuju Bundaran HI.

Bus rombongan mahasiswa UI itu dihentikan saat melintas di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, depan Kompleks Parlemen.

AKSI DEMO - Momen massa aksi dari PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E.P Hutagalung berdebat usai kericuhan yang terjadi saat demo di DPR RI, Jakarta Pusat pada Senin (22/6/2026).
AKSI DEMO - Momen massa aksi dari PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E.P Hutagalung berdebat usai kericuhan yang terjadi saat demo di DPR RI, Jakarta Pusat pada Senin (22/6/2026). (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti)

Baca juga: Perwira Polisi Meringis dan Jalan Pincang di Tengah Botol-Kayu Berterbangan Saat Demo PMII di DPR

Adri menegaskan lokasi aksi dipindahkan ke Patung Kuda dan Gedung DPR/MPR, sebab Bundaran HI merupakan jalan penghubung masyarakat.

Ia mengatakan pihaknya sudah memberi tahu larangan aksi di Bundaran HI, namun menurut dia mahasiswa tetap bersikeras.

"Semua massa kalian yang akan menyampaikan pendapat akan dialokasikan di DPR ini untuk melaksanakan upaya penyampaian pendapat."

"Bundaran HI dilarang, itu jalan penghubung masyarakat," kata Adri di lokasi, Jumat (12/6/2026), dikutip dari Kompas.com.

"Jadi kami tidak mengizinkan untuk melaksanakan demo di sana. Sebetulnya komunikasi kalian sama anggota sudah mulai awal, cuma kalian yang keras kepala," ucap dia.

Adri lantas mengaku siap ditabrak jika mahasiswa memaksa bus melintas menuju Bundaran HI.

"Kalau memaksakan kehendak, silakan tabrak kami. Kalau kalian ke titik sini (demo di DPR), tidak akan dihalangi," tegasnya.

Siapa AKBP Adri Desas Furyanto?

AKBP Adri Desas Furyanto merupakan lulusan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK/STIK).

Ia memiliki gelar Sarjana Hukum dan Magister Hukum.

Karena memiliki fokus dalam studi hukum, Adri pernah menjadi narasumber untuk beberapa acara yang membahas hukum.

Ia pernah menjadi narasumber untuk program Harmoni Hukum episode 19 November 2021, yang membahas soal pinjaman online, dikutip dari YouTube ADHAS Love.

Adri  juga pernah menjadi narasumber DPC Peradi Jakarta Barat pada Juli 2022, dalam talkshow bertema "Mekanisme dan Strategi Penyelesaian Perkara Melalui Restorative Justice berdasarkan Peraturan Perundang-undangan dan Sistem Peradilan Pidana Terpadu (SPPT) di Indonesia".

Dikutip dari Wartakotalive.com, Adri pernah menjabat sebagai Kapolsek Pasar Minggu, Jakarta Selatan, saat berpangkat Kompol.

Dari Pasar Minggu, ia kemudian menjadi Kapolsek Kemayoran, Jakarta Pusat.

Adri diketahui juga pernah bertugas di Polda Metro Jaya sebagai Kasubbid Sunluhukum.

Saat ini, ia menjabat sebagai Kabag Perencanaan Polres Jakarta Pusat.

Pada 2024 lalu, Adri dipercaya menjadi Perwira Pengendali KPU RI saat Pemilu.

Penangkapan itu terjadi pada September 2019, terkait unggahan Dandhy di X (dulu Twitter) soal Papua.

Aksi Unjuk Rasa di DPR RI Masih Berlanjut

Aksi unjuk rasa mahasiswa PMII di depan Gedung DPR RI pada Senin sore, sempat diwarnai kericuhan.

Massa mahasiswa yang semula berorasi sembari membakar ban, kemudian terlibat kericuhan dengan personel polisi.

Aksi saling dorong hingga teriakan-teriakan sempat terdengar.

Kericuhan bermula saat sejumlah massa membakar ban yang kemudian dipadamkan oleh polisi menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

Situasi memanas ketika massa memblokade Jalan Gatot Subroto menuju Slipi.

Namun, polisi mencegah usaha tersebut agar arus kendaraan tetap lancar.

Massa dan personel kepolisian pun terlibat aksi saling dorong.

Meski demikian, unjuk rasa tetap berlanjut dan kini para mahasiswa masih berorasi di depan Gedung DPR RI.

Dalam aksi ini, ada lima tuntutan yang disampaikan PMII untuk pemerintah, yaitu:

  1. Menegakkan amanat UUD 1945 Pasal 33 secara berdaulat sebagai landasan utama pengelolaan sumber daya dan perekonomian negara.
  2. Mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga-lembaga pemerintahan melalui transparansi dan akuntabilitas kerja.
  3. Memperkuat kemandirian ekonomi nasional agar lebih tangguh dalam menghadapi tantangan global.
  4. Mendesak reshuffle dan efisiensi struktur kabinet. Tempatkan pejabat negara sesuai kompetensi dan otoritas masing-masing agar kinerja kementerian berjalan optimal.
  5. Mereset Badan Gizi Nasional (BGN), membubarkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta memprioritaskan peningkatan kesejahteraan para guru di Indonesia.

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Abdi Ryanda Shakti/Gita Irawan, Wartakotalive.com, Kompas.com/Adhyasta Dirgantara)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.