Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengingatkan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dengan jumlah banyak dan meriah bukanlah menjadi ukuran capaian keberhasilan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah.
Menurut dia, keberhasilan MPLS haruslah dilihat dari bagaimana setiap murid baru merasa diterima, aman, dan nyaman memasuki lingkungan belajar yang baru.
“Bapak dan ibu satuan pendidikan yang saya hormati, keberhasilan MPLS Ramah tidak diukur dari banyaknya dan meriahnya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari bagaimana setiap anak merasa diterima, merasa aman, dan merasa nyaman berada di sekolah,” kata Mendikdasmen Mu'ti dalam webinar bertajuk "Sosialisasi dan Diskusi MPLS Ramah Tahun 2026" di Jakarta Pusat, Senin.
Ia pun menegaskan MPLS Ramah bukanlah sekedar perubahan istilah, melainkan juga perubahan cara pandang dalam menyambut murid baru.
Rangkaian kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah baru yang sebelumnya erat berkaitan dengan kekerasan, perpeloncoan, maupun aktivitas yang tidak edukatif kini berubah menjadi momen memberikan pengalaman mengenal lingkungan dan budaya belajar baru yang aman dan nyaman.
Karena itu, Mendikdasmen juga mengingatkan para satuan pendidikan agar memberikan pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan bergembira melalui rangkaian kegiatan MPLS.
“Saya menegaskan bahwa pelaksanaan MPLS Ramah harus bebas dari perpeloncoan, kekerasan, pungutan, serta segala bentuk kegiatan yang tidak memiliki nilai edukatif dan justru membebani para murid,” tegas Mu'ti.
Guna memastikan hal tersebut, pihaknya juga telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Menteri yang memuat panduan pelaksanaan rangkaian kegiatan MPLS Ramah guna memastikan kegiatan tersebut bebas dari ajang perpeloncoan.
Ia mengatakan Kepmendikdasmen Nomor 198 Tahun 2026 tentang Uraian Materi MPLS Ramah tersebut memuat uraian materi dan rujukan pelaksanaan MPLS pada setiap jenjang pendidikan.





