Sejumlah partai politik yang tergabung dalam koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ramai menyoroti sikap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) setelah politikusnya, Andi Widjajanto, terlihat ikut dalam aksi demonstrasi bersama mahasiswa yang menyuarakan kritik terhadap pemerintah.
Kehadiran Andi Widjajanto dalam aksi tersebut memicu perdebatan di antara partai pendukung pemerintah.
Sejumlah elite politik mempertanyakan posisi PDIP yang dinilai belum secara tegas menentukan arah politiknya, apakah berada di luar pemerintahan atau mengambil peran sebagai oposisi.
Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menyampaikan bahwa jika PDIP memilih tidak berada dalam pemerintahan, maka partai berlambang banteng itu sebaiknya menunjukkan sikap oposisi secara terbuka.
Selain PKB, kritik juga datang dari Barisan Muda Penegak Amanat Nasional yang mempertanyakan konsistensi sikap politik PDIP.
Baca: Prabowo Panggil Dirut PLN ke Istana Bahas Pemadaman Listrik Bergilir yang Terjadi di Pulau Jawa
Baca: PMII Gelar Long March ke DPR, Bawa Keranda dan Tuntut Evaluasi Kabinet Prabowo-Gibran
Ketua DPP Partai Golongan Karya (Golkar) Mukhamad Misbakhun turut meminta PDIP memperjelas posisi politiknya.
Ia menilai sikap yang berada di tengah antara mendukung dan mengkritik pemerintah dapat menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.
Menurut Misbakhun, perbedaan pandangan terhadap kebijakan pemerintah merupakan hal yang biasa dalam demokrasi.
Namun, ia menilai partai politik perlu memiliki garis sikap yang jelas dan tidak mengambil posisi ganda.
"Partai politik bisa saja memberikan kritik, tetapi harus memiliki posisi yang jelas," ujar Misbakhun dalam pernyataannya.
Menanggapi berbagai tudingan tersebut, Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus membantah anggapan bahwa partainya bermain politik dua kaki.
Deddy menyebut posisi politik antara partai yang berada di dalam kabinet dan di luar pemerintahan sudah jelas.
Ia juga mempertanyakan kritik dari sejumlah pihak karena menurutnya masih banyak persoalan nasional yang lebih penting untuk menjadi perhatian.
Menurutnya, dinamika politik seharusnya tidak hanya berfokus pada posisi PDIP, tetapi juga pada penyelesaian berbagai masalah yang dihadapi masyarakat.
(*)
# Prabowo # PDIP # Andi Widjajanto # Demo # Ambigu # Politik #