Netanyahu 'Didepak' Warga Israel, Tak Dipercaya Lagi hingga Sebut Iran Jadi Pemenang Perang
Aura Dewi Arafuru June 22, 2026 09:42 PM

- Mayoritas warga Israel disebut menganggap Iran sebagai pihak yang lebih diuntungkan dalam perang yang baru berakhir.

Survei terbaru juga menunjukkan menurunnya kepercayaan publik terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Survei tersebut dilakukan Universitas Ibrani Yerusalem bersama Agam Institute.

Sebanyak 3.644 warga Israel ikut berpartisipasi dalam survei tersebut.

Hasilnya, 92,1 persen responden menilai Iran menjadi pihak yang menang atau memperoleh keuntungan lebih besar dari perang.

Survei dilakukan pada 17 hingga 20 Juni 2026.

Hasil tersebut muncul setelah tercapainya kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat.

Sebanyak 82,9 persen responden juga menilai kampanye militer Israel terhadap Iran justru melemahkan keamanan jangka panjang negaranya.

Penilaian itu bahkan muncul dari kalangan pendukung Netanyahu.

Sebanyak 93,1 persen pemilih blok kanan yang mendukung Netanyahu juga meyakini Iran keluar sebagai pihak yang lebih diuntungkan.

Selain itu, 87,8 persen responden menilai Israel gagal mencapai seluruh tujuan operasinya.

Padahal Israel sebelumnya menyatakan operasi tersebut bertujuan menekan program nuklir dan ancaman rudal Iran.

Survei tersebut juga menunjukkan krisis kepercayaan terhadap Netanyahu.

Sebanyak 72,5 persen responden mengaku tidak percaya dengan klaim Netanyahu soal keberhasilan perang.

Lebih dari separuh responden juga menilai pengelolaan perang oleh Netanyahu tergolong gagal atau buruk.

Dukungan terhadap Netanyahu pun dilaporkan terus menurun dalam beberapa bulan terakhir.

Hasil survei ini menjadi sorotan karena menunjukkan besarnya kekecewaan publik Israel terhadap hasil perang dan kinerja pemerintah saat ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.