- Iran memiliki sejumlah rudal canggih yang disebut menjadi ancaman serius bagi Amerika Serikat dan Israel.
Salah satu yang paling banyak disorot adalah rudal hipersonik Fattah yang diklaim mampu menembus sistem pertahanan udara modern.
Iran resmi memperkenalkan rudal hipersonik Fattah dalam sebuah upacara yang dihadiri Presiden Ebrahim Raisi dan petinggi Garda Revolusi Iran.
Media pemerintah Iran menyebut rudal tersebut mampu melesat dengan kecepatan hingga Mach 15 atau sekitar 18 ribu kilometer per jam.
Kecepatan itu membuat waktu reaksi sistem pertahanan lawan menjadi sangat terbatas.
Tak hanya cepat, Fattah juga diklaim mampu mengubah arah saat menuju target.
Kemampuan tersebut membuat jalur terbangnya sulit diprediksi oleh radar maupun sistem pencegat rudal.
Iran menyebut Fattah dirancang untuk menembus perisai pertahanan udara modern seperti Patriot, THAAD, hingga Arrow milik Israel.
Varian terbaru Fattah juga disebut menggunakan teknologi Hypersonic Glide Vehicle atau HGV.
Teknologi ini memungkinkan rudal melaju di atmosfer dengan jalur terbang rendah yang lebih sulit dideteksi radar.
Selain itu, Fattah menggunakan bahan bakar padat yang membuat proses peluncurannya lebih cepat.
Rudal dapat disimpan dalam kondisi siap tempur dan diluncurkan sewaktu-waktu menggunakan kendaraan peluncur bergerak.
Iran mengklaim rudal tersebut memiliki tingkat akurasi tinggi untuk menghantam target strategis seperti pangkalan militer dan pusat komando.