- Militer Israel mengklaim menemukan terowongan bawah tanah milik Hizbullah di wilayah Majdal Zoun, Lebanon selatan.
Israel menyebut fasilitas tersebut diduga dibangun dengan dukungan dan pendanaan dari Iran.
Menurut militer Israel, terowongan itu tidak hanya digunakan sebagai tempat persembunyian.
Fasilitas bawah tanah tersebut juga disebut berfungsi sebagai lokasi penyimpanan senjata dan peluncuran drone.
Temuan ini menjadi laporan kedua dalam bulan yang sama terkait dugaan jaringan terowongan Hizbullah yang disebut mendapat dukungan dari Iran.
Israel mengklaim menemukan lebih dari 50 drone serang di dalam kompleks terowongan tersebut.
Selain drone, ditemukan pula berbagai perlengkapan militer dan bahan peledak dalam jumlah besar.
Militer Israel menilai drone-drone itu berpotensi digunakan untuk menyerang sejumlah kota besar di negaranya.
"Proyektil udara dapat mencapai kota-kota berpenduduk padat di Tel Aviv, Yerusalem, dan Haifa," ujar seorang pejabat Israel.
Pasukan Pertahanan Israel atau IDF bahkan mengajak sejumlah wartawan asing untuk melihat langsung lokasi yang diklaim sebagai fasilitas Hizbullah tersebut.
Dalam kesempatan itu, IDF menegaskan seluruh peralatan yang ditemukan menunjukkan karakteristik fasilitas militer yang terorganisasi.
"Ini adalah peralatan dan fasilitas Iran dan bukti bahwa Hizbullah adalah proksi lain dari Iran," kata juru bicara IDF.
Israel mengungkapkan terowongan tersebut ditemukan kurang dari 10 hari sebelum diumumkan ke publik.
Dalam operasi di Majdal Zoun, militer Israel juga melaporkan terjadinya bentrokan dengan pejuang Hizbullah.
Terowongan itu disebut berada hanya sekitar 20 meter dari sebuah masjid di pusat kota.
Militer Israel juga mengklaim terdapat sejumlah titik peluncuran drone yang terhubung dengan kompleks bawah tanah tersebut.
Menurut Israel, temuan tersebut berpotensi memengaruhi situasi keamanan kawasan.
Termasuk di tengah upaya diplomasi yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.