Berbekal 11 Tahun Kerja di Puncak Sungailiat, Aan Sukses Bangun Usaha Sembako Sendiri
Hendra June 22, 2026 11:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Jejak pengabdian panjang sering kali menjadi modal utama seseorang untuk melangkah lebih jauh. Hal itu tercermin dari kisah Aan, mantan karyawan ritel ternama Puncak Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Pria asal Kecamatan Sungailiat yang dulu setiap hari menghabiskan waktunya bekerja di Puncak Sungailiat kini mantap menapaki dunia wirausaha setelah mengabdi selama lebih dari satu dekade.

Selama 11 tahun bekerja di pusat perbelanjaan Puncak Sungailiat, Aan dikenal sebagai sosok yang tekun dan memahami seluk-beluk pelayanan konsumen.

Pengalaman panjang itulah yang akhirnya membulatkan tekadnya untuk beralih profesi dan menantang diri sendiri dengan membuka usaha toko sembako miliknya di daerah Sri Pemandang.

Aan pun menceritakan bahwa keputusan untuk berhenti bekerja bukanlah hal yang mudah. Namun, ia merasa pengalaman selama belasan tahun di dunia ritel menjadi bekal yang cukup untuk mandiri.

"Bekerja selama 11 tahun di Puncak memberikan saya banyak pelajaran, terutama dalam memahami kebutuhan masyarakat dan cara mengelola barang dagangan. Ilmu itulah yang sekarang saya terapkan di toko sembako ini," ungkap Aan kepada Bangkapos.com, Senin (22/6/2026).

Kini, pria yang telah lama malang melintang di dunia pelayanan itu mengaku sudah hampir tiga tahun menjalankan usaha toko sembako. Usaha tersebut bahkan telah dirintis sejak dirinya masih bekerja di pusat perbelanjaan Puncak Sungailiat.

Saat itu, kejayaan dan keramaian Puncak Sungailiat masih sangat tinggi dengan antusiasme pengunjung yang besar. Namun, sejak pandemi Covid-19 melanda, jumlah pembeli mulai mengalami penurunan.

Meski sempat mengalami peningkatan kembali setelah pandemi, pada akhirnya pusat perbelanjaan yang dahulu menjadi ikon masyarakat Kabupaten Bangka itu tutup permanen pada akhir tahun 2025.

"Kalau masalah kenapa tutup itu manajemen yang lebih tahu. Tapi memang ada penurunan waktu Covid-19 dulu. Ada kenaikan lagi, tapi tidak seramai dulu. Nah, peminat mulai berkurang hingga Puncak tutup dan akhirnya saya memutuskan untuk berhenti serta melanjutkan usaha toko," ucapnya.

Tak sampai di situ, kata Aan, bukan hanya dirinya yang mengundurkan diri sebagai pegawai Puncak Sungailiat. Ada sejumlah pegawai lain yang lebih memilih mengundurkan diri atau diberhentikan sebelum Puncak tutup permanen.

"Ada waktu itu pengurangan pegawai, tapi masih ada juga yang bertahan kerja. Berjalannya waktu, jumlah peminat berkurang dan tidak seperti dulu. Makanya manajemen memutuskan untuk menutupnya," ujarnya.

Bagi Aan, bekerja dan berkecimpung di dunia ritel bukanlah hal yang mudah. Banyak lika-liku yang harus dilalui. Namun, berbekal pengalaman kerja itulah ia akhirnya memutuskan untuk membuka usaha sendiri.

Apalagi, ia tidak hanya bekerja di Puncak Sungailiat. Sebelumnya, Aan juga pernah bekerja di sejumlah pusat perbelanjaan lain di Kabupaten Bangka selama hampir 20 tahun.

"Sudah lama berkecimpung di dunia perbelanjaan. Sebelum di Puncak, saya pernah ikut kerja di toko orang dan di Barata hampir delapan tahun. Baru setelah itu saya bekerja 11 tahun di Puncak, lalu membuka usaha sembako yang sampai saat ini sudah berjalan tiga tahun," kata Aan.

(Bangkapos.com/Adi Saputra).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.