Laporan Wartawan TribunJatim.com, Misbahul Munir
TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Sebanyak 147 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bojonegoro sementara waktu berhenti beroprasi selama tiga pekan kedepan.
Berhentinya dapur dapur tersebut Sesuai Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2026. Dalam surat tersebut Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penyesuaian operasional SPPG pada saat periode hari libur sekolah dalam rangka penyelenggaraan program MBG pada tahun anggaran 2026.
Selama libur sekolah semua kegiatan operasional SPPG dihentikan baik untuk penyaluran di sekolah maupun untuk Ibu hamil dan Ibu menyusui.
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Bojonegoro, Tommy Mandala Putra mengungkapkan, selama tiga pekan kedepan, dapur SPPG tutup sementara, dikarenakan libur sekolah.
Pendistribusian akan dihentikan, baik untuk siswa, ibu hamil, maupun ibu menyusui.
"Libur, selama tiga pekan kedepan," ungkap Tommy, Senin (22/6/2026).
Baca juga: Dapur MBG Berhenti Saat Libur Sekolah, Pengelola Keluhkan Insentif Rp6 Juta Ikut Dicabut
Selama penghentian operasional ini, kata Tomy seluruh mitra SPPG diminta melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh.
Sehingga, setelah libur sekolah rampung penyaluran MBG di daerah telah siap beroperasi dengan baik sesuai dengan SOP yang baru.
"147 SPPG akan buka kembali setelah libur sekolah selesai. Baik yang sebelumnya di suspend maupun tidak," singkatnya.
Dilain sisi, salah satu relawan Putri mengungkapkan penyesuaian operasional ini membuatnya menjadi bingung lantaran tidak bekerja dan tak berpenghasilan.
Sementara, kargo kebutuhan hidup sehari - hari terus berputar.
Baca juga: MBG Disetop Selama Liburan Sekolah, Relawan SPPG di Bondowoso Terpaksa Cari Kerja Sampingan
Alhasil Putri harus memutar otak dengan bekerja sebagai buruh serabutan hingga membantu di warung milik saudaranya.
"Aktifitasnya saat ini ikut orang jaga warung, buat tambah-tambah di rumah," ujarnya.
Disinggung lebih jauh mengenai penghasilannya, relawan yang bertugas memasak menu MBG ini malu-malu menyebutkan. Namun, kata dia, honor yang didapat cukup membantu kebutuhannya.
"Pokoknya alhamdulillah cukup, sekarang cari kerja susah. Harapanya kedepan bisa lebih baik dan tetap berjalan programnya," pungkasnya.