Pemkot Bekasi Mulai Bereskan Pasar Baru, Kemacetan dan Semrawut Jadi Target
Feryanto Hadi June 22, 2026 11:32 PM

 

Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra


WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI TIMUR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus berupaya melakukan pembenahan sejumlah kawasan perdagangan yang selama ini menjadi perhatian warga.

Usai sebelumnya melakukan penataan di kawasan Pasar Pondok Gede, kini fokus Pemkot Bekasi beralih ke kawasan Pasar Baru, Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Bekasi Timur yang diketahui dalam kondisi serupa sudah bertahun-tahun.

Terkhusus di Pasar Baru, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan persoalan yang selama ini melekat mulai dari kemacetan lalu lintas, trotoar yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya, saluran air yang tersumbat, hingga aktivitas perdagangan yang semrawut.

Namun demikian, Tri menyatakan untuk proses penataan kawasan pasar tidak dapat dilakukan secara cepat karena membutuhkan tahapan yang cukup panjang dan melibatkan banyak pihak.

Pemkot Bekasi harus terlebih dahulu melakukan pendataan, berdiskusi dengan para pedagang, menyiapkan lokasi usaha, berkoordinasi dengan instansi terkait, hingga membangun sarana pendukung agar penataan yang dilakukan dapat berjalan optimal.

Baca juga: Ajak Naik Kelas, Pemkot Bekasi Akan Relokasi Pedagang Liar ke Dalam Pasar Baru

"Kami tidak ingin hanya melakukan penertiban sesaat, yang kami lakukan adalah penataan menyeluruh agar persoalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun bisa diselesaikan secara bertahap dan berkelanjutan," kata Tri, dikutip Senin (22/6/2026).

Tri menjelaskan, penataan Pasar Pondok Gede dan Pasar Baru merupakan bagian dari langkah pihaknya dalam mengembalikan fungsi ruang publik sekaligus menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertib bagi masyarakat.

Selain mengatur kembali aktivitas perdagangan, Pemkot Bekasi juga melakukan pembenahan terhadap beragam fasilitas penunjang di kawasan tersebut.

Perbaikan yang dilakukan meliputi drainase, penerangan jalan umum, trotoar, hingga aksesibilitas kawasan agar masyarakat dapat merasakan manfaat dari program penataan yang dijalankan pemerintah.

Menurut orang nomor satu di Kota Bekasi itu, perubahan di kawasan yang selama ini memiliki persoalan kompleks memang tidak dapat terlihat dalam waktu singkat.

Hanya saja langkah yang saat ini dilakukan merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan lama yang belum tertangani secara menyeluruh selama bertahun-tahun.

"Masalah yang sudah puluhan tahun tentu tidak bisa selesai dalam hitungan hari, tapi yang terpenting adalah hari ini kami mulai menyelesaikannya satu per satu. Pemerintah hadir, bekerja, dan memastikan perubahan itu benar-benar bermanfaat untuk masyarakat," jelasnya.

Tri menegaskan, penataan kawasan pasar yang dilakukan bukan sekadar memindahkan persoalan ke lokasi lain, namun menghadirkan solusi yang dapat bertahan dalam jangka panjang.

"Tujuan utama penataan ini bukan memindahkan masalah dari satu tempat ke tempat lain, melainkan menghadirkan solusi yang bisa bertahan dalam jangka panjang," tegasnya. (M37)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.