Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy
WARTAKOTALIVE.COM, CILODONG - Pasien gagal ginjal yang membutuhkan perawatan cuci darah atau hemodialisa di Kota Depok mengalami peningkatan signifikan.
Bahkan di RSUD Khidmat Sehat Afiat (KiSA) Kota Depok, antrean pasien gagal ginjal lebih dari 20 orang.
Saat ini, pemkot Depok sedang berikhtiar fokus meningkatkan kualitas layanan rumah sakit, khususnya untuk penanganan penyakit ginjal.
Menurut Wali Kota Depok Supian Suri, jumlah mesin cuci darah di RSUD KiSA telah berhasil ditingkatkan dari 20 mesin menjadi 24 mesin.
Sementara itu, di RSUD Anugerah Sehat Afiat (ASA) Tapos terdapat 5 mesin baru untuk cuci darah.
“Gabungan dari kedua rumah sakit tersebut kini mencapai 29 mesin cuci darah,” kata Supian, Senin (22/6/2026).
Pemkot Depok menargetkan total 50 layanan atau mesin hemodialisa khusus di RSUD KiSA.
Penambahan ini mendesak karena saat ini masih ada 20 pasien yang masuk daftar tunggu layanan hemodialisa di RSUD KiSA.
“Mohon dukungan dan doa dari rekan-rekan media serta seluruh masyarakat agar upaya peningkatan fasilitas kesehatan ini dapat berjalan lancar demi melayani pasien yang membutuhkan,” pungkasnya.
Gagal Ginjal: Penyakit Serius yang Sering Terlambat Disadari
Gagal ginjal adalah kondisi ketika ginjal kehilangan kemampuan untuk menyaring limbah, racun, dan kelebihan cairan dari dalam darah secara optimal. Jika fungsi ginjal menurun, zat-zat berbahaya dapat menumpuk di dalam tubuh dan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan yang serius.
Penyakit ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu gagal ginjal akut yang terjadi secara mendadak dan gagal ginjal kronis yang berkembang perlahan dalam jangka waktu lama. Gagal ginjal kronis merupakan jenis yang paling sering ditemukan dan umumnya berkaitan dengan penyakit diabetes, hipertensi, obesitas, serta gaya hidup tidak sehat.
Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan gagal ginjal adalah gejalanya yang sering tidak terasa pada tahap awal. Banyak penderita baru menyadari kondisinya ketika fungsi ginjal sudah menurun drastis. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain mudah lelah, bengkak pada kaki atau wajah, mual, nafsu makan menurun, sering buang air kecil pada malam hari, hingga sesak napas.
Untuk mencegah gagal ginjal, masyarakat dianjurkan menjaga tekanan darah dan kadar gula darah tetap normal, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, membatasi garam, memperbanyak minum air putih, rutin berolahraga, serta menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi obat tanpa pengawasan tenaga medis.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga sangat penting, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, atau riwayat penyakit ginjal dalam keluarga. Deteksi dini dapat membantu mencegah kerusakan ginjal yang lebih parah dan meningkatkan kualitas hidup penderita.
Menjaga kesehatan ginjal berarti menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Dengan pola hidup sehat dan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan rutin, risiko gagal ginjal dapat ditekan sejak dini.