SURYA.CO.ID, SURABAYA – Polrestabes Surabaya bersama Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim menyelidiki misteri penyebab kebakaran rumah dua lantai di Jalan Petemon Timur yang menewaskan balita perempuan, Senin (22/6/2026).
Insiden memilukan itu langsung diselidiki secara mendalam guna mengungkap asal-muasal titik api yang melumat habis bangunan itu.
Petugas kepolisian belum berani menyimpulkan dugaan pemicu korsleting maupun dugaan ledakan di awal kebakaran, sebelum hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) keluar.
Baca juga: Breaking News : Kebakaran Rumah di Petemon Surabaya Renggut Nyawa Balita Perempuan
Kapolsek Sawahan Kompol Muljono menerangkan, kobaran api diketahui berasal bagian lantai dua rumah itu lalu menjalar ke lantai satu.
Di lantai dua terdapat sejumlah kamar yang ditempati oleh kakak beradik yakni berinisial AAS (14) kakak dan adik KKS (4).
Pada saat kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, sang kakak berhasil keluar dengan cara melompat melalui ventilasi berbentuk persegi panjang di bagian sisi kanan rumah.
Sang kakak berhasil melompat keluar dari ketinggian sekitar tujuh meter.
Sedangkan sang adik masih terjebak di dalam salah satu kamar yang sudah dilumat kobaran api.
"Karena anak yang umur 15 tahun ini bisa menguasai diri untuk keluar dengan loncat dari atas itu, selamat. Itu adiknya yang enggak bisa, di kamar dalam kamar itu. Kena asap ya," papar Muljiono.
Seorang Warga, Hengky Oek (68) mengaku sempat menanyakan sumber api yang muncul pertama kali kepada kakak korban, AAS.
"Informasi dari si anak itu (AAS), ada ledakan tapi sumbernya dari apa enggak tahu. Ditanya apakah ngecas, katanya, enggak. Jadi penyebabnya enggak tahu," ujar kakek dua cucu itu.
Baca juga: Detik-detik Kebakaran Ruko di Simokerto, Jasad Istri Juragan Sepeda Ditemukan di Depan Kamar Mandi
Petugas pemadam kebakaran yang diterjunkan ke lokasi kejadian sempat menemui hambatan besar akibat kondisi infrastruktur jalan di permukiman padat itu.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini mengatakan, lima unit truk pemadam kebakaran berbagai jenis dikerahkan untuk mengatasi kebakaran rumah dua lantai itu.
Kobaran api sudah membesar melumat bangunan berukuran 5 m x 10 m tersebut.
Setelah dilakukan pemadaman, api pokok padam dinyatakan padam sekitar pukul 14.35 WIB.
Sedangkan, proses pembasahan dinyatakan selesai dan kondusif sekitar pukul 16.15 WIB.
"Akses gang kecil dengan lebar sekitar 1,5 m dan jarak dari unit menuju ke TKK sejauh sekitar 50 m," ujar Laksita Rini.
Malangnya, satu korban, seorang Balita yang rencananya akan didaftarkan ke Taman Kanak-kanak ditemukan sudah tidak bernyawa di area tempat tidur.
"Untuk korban jenis kelamin perempuan usia 3-4 tahun meninggal dunia (MD), untuk korban diasuh oleh nenek dan ayahnya," pungkasnya.