Mulai Akhir Pekan Ini, Start Balapan MotoGP Bakal Lebih Susah karena 2 Aturan Baru
Ardhianto Wahyu June 23, 2026 12:33 AM

ANDREAS SOLARO/AFP
Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, memimpin balapan setelah start Sprint MotoGP Italia di Sirkuit Mugello, Italia, 30 Mei 2026.

BOLASPORT.COM - MotoGP melalui Komisi Grand Prix mengeluarkan dua peraturan baru sebagai antisipasi atas rangkaian insiden di tikungan pertama yang terjadi.

Dua peraturan anyar tersebut ialah larangan penggunaan peranti pembantu start alias holeshot device dan dilebarkannya jarak antar-pembalap saat start.

Perubahan ini menjadi jawaban atas sederet insiden ketika balapan dimulai dengan kasus terkini terjadi saat GP Catalunya dan GP Hungaria.

Holeshot device sendiri telah digunakan di MotoGP sejak 2018 oleh Ducati dan kemudian diikuti pabrikan-pabrikan lainnya.

Dengan menekan suspensi untuk menurunkan titik berat motor, pembalap terbantu dalam fase akselerasi karena si kuda besi tak lagi rentan mengalami wheelie.

 

 

Namun, ketika semua menggunakannya, start menjadi lebih kaos karena semua pembalap berani mengambil risiko lebih besar ingin memperbaiki posisi sebanyak mungkin.

Larangan penggunaan holeshot device akhirnya diberlakukan sejak balapan akhir pekan ini yakni MotoGP Belanda (26-28 Juni 2026).

Keputusan ini datang lebih cepat.

Holeshot device sebenarnya telah direncanakan untuk dihapus tahun depan bersama teknologi turunannya yaitu ride height device

Sedangkan untuk perubahan yang turut memengaruhi kelas Moto2 dan Moto3, Komisi Grand Prix akan memperlebar jarak antar-pembalap di barisan start.

Setiap baris tetap akan memuat tiga pembalap, tetapi jaraknya ditambah menjadi 4 meter dari semula 3 meter.

Sedangkan selisih antar-baris bertambah menjadi 12 meter.

Contohnya adalah jarak antara pole sitter dan pembalap di urutan keempat yang berada tepat di belakangnya.

Untuk perubahan jarak start ini baru akan diterapkan saat MotoGP Jerman (10-12 Juli 2026), alias seri setelah MotoGP Belanda.

Selain itu, Komisi Grand Prix juga membatasi jumlah motor yang bisa disuplai pabrikan menjadi untuk enam pembalap mulai musim 2028.

Ducati menjadi pabrikan terakhir yang pernah memasok delapan paket motor untuk tim mereka sendiri dan 3 tim satelit pada 2018. 

Lebih banyak motor di lintasan berarti lebih banyak data yang dikumpulkan.

Keuntungan ini membantu Ducati dalam pengembangan motor anyar sampai pencarian setelan optimal saat akhir pekan lomba.

Kini 'hanya' punya 2 tim satelit, motor Ducati Desmosedici GP bikinan Borgo Panigale masih paling laris dibandingkan motor pabrikan lainnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.