BOLASPORT.COM - Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) meresmikan presiden baru yang harus merevolusi besar-besaran sepak bola Negeri Piza setelah gagal ke Piala Dunia 2026.
PSSI-nya Italia memiliki sosok pemimpin baru melalui hasil pilpres FIGC di markasnya, Senin (22/6/2026).
Dia adalah Giovanni Malago, yang terpilih mengemban jabatan setelah meraih 68,58 persen suara dalam hasil voting di Roma.
Pria 67 tahun tersebut mengalahkan kompetitor utamanya, Giancarlo Abete, yang juga menjabat Presiden Liga Amatir Nasional Italia.
Abete hanya meraup 29,17 persen suara, sedangkan 2,25 persen surat suara di sisanya kosong.
Malago resmi menduduki kursi lowong sepeninggal Gabriele Gravina, yang mundur setelah Timnas Italia gugur di final play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sang presiden terpilih memiliki tugas berat membangkitkan sepak bola Negeri Piza dari nol setelah mencatat hatrik gagal lolos ke Piala Dunia.
Sebuah aib bagi negara sebesar Italia yang terakhir kali merasakan panggung akbar dunia pada 2014.
Malago menyadari tantangannya sangat berat. Dia berharap dukungan maksimal dari berbagai pihak.
"Apa yang harus dilakukan terlebih dahulu? Menyatukan kembali tim, memperbaiki hubungan dengan sebagian kalangan di berbagai spektrum politik," ucap Malago, dikutip BolaSport.com dari Sky Sport.
"Kami perlu membangun kembali dialog dengan beberapa pihak di dunia ini."
"Ada yang berpendapat bahwa reformasi tidak bisa dilaksanakan tanpa dukungan mayoritas, dan ini adalah hal yang perlu kami renungkan."
"Dengan perasaan yang mendalam, saya menerima tanggung jawab ini."
"Saya tidak bisa melakukan apa pun sendirian, tetapi bersama kalian, saya bisa melakukan apa pun," tegasnya kepada para kolega di FIGC.
Pelatih Baru
Tugas penting pertama yang harus dilakoni mantan Presiden Komite Olimpiade Nasional Italia (CONI) itu ialah menunjuk pelatih baru bagi Timnas Italia.
Jabatan tersebut juga lowong setelah perpisahan Gennaro Gattuso pasca-kekalahan dari Bosnia-Herzegovina di final play-off Piala Dunia.
Adapun dalam dua pertandingan uji coba terakhir, tugas meracik tim diserahkan kepada pelatih interim, Silvio Baldini.
Salah satu kandidat terkuat yang dijagokan menukangi Gli Azzurri ialah mantan pelatih mereka juga, Roberto Mancini.
Akan tetapi, Malago mengaku belum membahas rencana penunjukan nakhoda La Nazionale lebih lanjut.
"Saya belum membicarakan soal pekerjaan di (tim nasional) Italia dengan siapa pun, dan tidak ada yang bisa mengatakan sebaliknya," katanya.
"Kami akan mulai memikirkannya sedari sekarang. Kami perlu memperhatikan masalah-masalah penting lainnya."
"Saya mengambil keputusan gila karena cinta saat mencalonkan diri untuk posisi ini."
"Saya sebenarnya tidak mengajukan diri, tapi saya ditarik ke dalamnya. Pelatih kepala yang baru harus menerima hal itu."
"Saya tidak akan memilih sosok yang memiliki visi berbeda dari saya. Dia harus sepenuhnya sejalan dengan visi saya."
"Kami tidak bisa sekadar bilang ‘ayo mulai saja’. Harus ada penerimaan penuh, terlepas dari seperti apa riwayat hidupnya," lanjut Malago.