Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah
TribunGayo.com, REDELONG - Demi keselamatan pengguna jalan, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh resmi menghentikan perbaikan Jalan Enang-Enang di jalur lintas nasional Bireuen–Takengon, kawasan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.
Kondisi akses jalan yang tengah diperbaiki secara swadaya oleh warga tersebut dinilai terlalu berisiko dan tidak aman untuk dilintasi oleh pengendara umum.
Hal itu disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPJN Aceh, Zulkarnaini, saat meninjau kawasan Enang-Enang, Senin (22/6/2026).
Pantauan Wartawan di lokasi, kedatangan rombongan tersebut disambut langsung oleh puluhan warga, termasuk Sahrial Abadi yang merupakan inisiator pembukaan Jalan Enang-Enang.
Dihadapan warga, Zulkarnaini mengatakan bahwa kondisi Jalan Enang-Enang saat ini masih terlalu berisiko untuk dilintasi.
Karena alasan itulah, ia resmi menghentikan proyek perbaikan jalan yang dilakukan secara swadaya oleh warga.
Sebagai solusinya, ia mengimbau para pengendara untuk tetap melewati jalur alternatif lintas Simpang Lancang–Werlah.
"Pengerjaan jalan ini kita hentikan. Mohon bersabar, kami sedang melakukan perencanaan tahun ini dan pada tahun 2027 langsung kita bangun jembatan permanen di Enang-Enang.
Sementara itu, lewatilah jalur alternatif yang telah tersedia," ujarnya.
Menurut Zulkarnaini, upaya warga untuk memaksakan perbaikan jalan tersebut akan sia-sia.
Selain dinilai tidak layak untuk dilewati nantinya, pemerintah juga sudah berencana membangun infrastruktur permanen di lokasi tersebut.
"Percuma dibuat, Pak. Kami tidak menjamin keselamatannya jika dilintasi pengendara umum, khususnya kendaraan roda empat.
Namun, jika hanya roda dua milik warga yang melintas untuk berkebun di sekitar sini, silakan," sebutnya.
Sementara itu, Sahrial Abadi mengakui bahwa jalan yang mereka perbaiki memang masih jauh dari kata layak akibat keterbatasan alat dan tidak adanya perencanaan yang matang.
Kendati demikian, aksi tersebut merupakan bentuk sumbangsih warga agar Jalan Enang-Enang bisa segera dilintasi.
"Kami paham jalan ini memang belum layak. Tapi jika nanti Bapak sudah membangun jalan yang bagus di sini, tentu kami akan menutup jalur (swadaya) ini," ungkap Sahrial.
Sisi lain, penutupan akses jalan ini menimbulkan gelombang protes dari masyarakat. Salah satu penolakan disampaikan oleh Tarmizi Gayo.
Menurut Tarmizi, jalan tersebut sudah terputus selama tujuh bulan pascabencana tanpa adanya perbaikan dari pemerintah.
Sejak saat itulah, warga Kampung Alur Cincin dan Alur Gading di bawah naungan Kecamatan Pintu Rime Gayo berinisiatif menggelar rapat bersama.
Berdasarkan kesepakatan rapat tersebut, Sahrial Abadi kemudian menginformasikan rencana perbaikan jalan kepada warga.
Alhasil, warga pun berbondong-bondong datang memberikan donasi yang terus mengalir hingga hari ini.
"Intinya besok kami akan tetap melanjutkan pengerjaan. Meski dilarang, kami sudah siap menanggung risiko apa pun yang terjadi, demi masyarakat bisa melintas," tegas Tarmizi.
Sahrel, warga lainnya, menambahkan bahwa meskipun Jalan Enang-Enang dinilai tidak aman oleh pemerintah, sejauh ini belum ada warga yang mengalami kecelakaan di jalur tersebut.
Kondisi ini justru berbanding terbalik dengan jalur alternatif yang selama ini kerap memakan korban kecelakaan.
Oleh karena itu, warga yang kerap melintas berharap pengerjaan jalan swadaya ini tidak dihentikan dan tetap dilanjutkan sampai selesai.
Menurut mereka, status jalan yang bagus sekalipun tidak pernah menjamin keselamatan pengendara secara mutlak.
"Sebagus apa pun jalan dibuat, apakah ada jaminan keselamatan? Tentu tidak juga.
Semua itu kembali dan tergantung pada diri masing-masing pengendara.
Biasanya, kecelakaan justru sering terjadi di jalan yang mulus, berbeda dengan jalan yang rusak karena warga pasti berkendara lebih berhati-hati," cetus Sahrel. (*)
Baca juga: Bantu Dana Perbaikan Enang-Enang Bener Meriah, Abiya Jeunieb: Bila Mau Patungan Semua Jembatan Siap
Baca juga: Meski di Arab Saudi, Jemaah Haji Bener Meriah Kirim Puluhan Juta untuk Perbaiki Jalan Enang-enang