Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kepala SDN Inpres Cikeusal, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Jajahul Khair, menceritakan kondisi kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah yang telah terdampak aktivitas lalu lintas kendaraan dari proyek Tol Serang-Panimbang selama bertahun-tahun.
Menurutnya, gangguan berupa kebisingan hingga getaran kendaraan sudah dirasakan sejak bangunan sekolah lama digunakan pada 2018 hingga 2026, sebelum akhirnya pembangunan gedung baru mulai direalisasikan.
Selama periode tersebut, tercatat sudah terjadi pergantian empat kepala sekolah, termasuk dirinya yang mulai menjabat pada 2023.
Jajahul Khair mengungkapkan, pada awalnya kondisi sekolah masih cukup kondusif untuk proses pembelajaran.
Namun, seiring meningkatnya aktivitas kendaraan di sekitar jalan tol, suasana belajar mulai terganggu.
Baca juga: 8 Tahun Tertunda, Gedung Baru SDN Inpres Cikeusal Serang Mulai Dibangun Ditargetkan Rampung 6 Bulan
“Selama bertugas di sana awalnya masih nyaman, tetapi ke depannya banyak gangguan seperti kebisingan, ada getaran, dan banyak kendaraan yang lewat. Apalagi kalau menjelang siang, kalau pagi masih aman,” ujar Jajahul usai kegiatan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru SDN Inpres Cikeusal, Senin (22/6/2026).
Ia menjelaskan, gangguan tersebut cukup berdampak pada konsentrasi siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar, terutama pada jam-jam tertentu ketika lalu lintas kendaraan berat meningkat.
Meski demikian, SDN Inpres Cikeusal tetap menjalankan aktivitas pendidikan dengan kondisi yang ada.
Saat ini sekolah tersebut menampung sebanyak 94 peserta didik yang terbagi dalam enam rombongan belajar.
Para siswa berasal dari tiga kampung di sekitar sekolah, yakni RT 08, RT 09, dan RT 10.
Ke depan, setelah gedung baru selesai dibangun, pihak sekolah juga membuka peluang bagi siswa dari RT 07 untuk dapat mendaftar dan bersekolah di fasilitas baru tersebut.
Di tengah berbagai keterbatasan dan gangguan lingkungan, Kepala Sekolah mengaku lega dengan dimulainya pembangunan gedung baru SDN Inpres Cikeusal yang telah lama dinantikan.
Ia menyebut, kehadiran fasilitas baru ini menjadi jawaban atas penantian panjang selama bertahun-tahun untuk mendapatkan lingkungan belajar yang lebih layak.
“Kalau saya pribadi dan dewan guru merasa bahagia, senang. Dari penantian sekian lama akhirnya di tahun 2026 ini terealisasi. Kami berharap ke depannya KBM bisa berjalan lebih tenang, kondusif, dan optimal,” katanya.
Pembangunan gedung baru ini diharapkan dapat mengakhiri berbagai kendala yang dialami selama ini serta memberikan fasilitas pendidikan yang layak dan aman bagi seluruh siswa di wilayah Cikeusal.